Pasuruan - Akses jalan menuju objek wisata Gunung Bromo lewat Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ditutup total selama Hari Raya Nyepi. Kepala Desa Wonokitri, Aidarmiwati yang dihubungi dari Pasuruan, Rabu menjelaskan, selama Hari Raya Nyepi pintu gerbang Desa Wonokitri akan ditutup total. Portal pintu gerbang akan ditup mulai Jumat (23/3) dini hingga Sabtu (24/3) dini. Aidarmiwati mengatakan, penutupan pintu gerbang masuk Desa Wonokitri dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada umat Hindu Suku Tengger melaksanakan Catur Berata Penyepian secara hikmat. Untuk itu ia meminta warga lain khusuntya para wisatawan yang akan ke Bromo bisa memakluminya. Desa Wonokitri merupakan desa tertinggi di Gunung Bromo dengan posisi sebagai pintu gerbang utama memasuki kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) lewat Pasuruan. Secara resmi memang tidak ada penutupan objek wisata unggulan Jawa Timur tersebut, namun dengan ditutupnya portal pintu gerbang Desa Wonokitri, wisatawan yang akan mengunjungi Gunung Bromo lewat Pasuruan tidak bakal bisa memasukinya. Menjelang Hari Nyepi, aktivitas umat Hindu Suku Tengger di Gunung Bromo tampak meningkat. Pada hari Rabu ini umat Hindu Suku Tengger melaksanakan awal prosesi perayaan Hari Raya Nyepi yakni upacara Melasti di sumber air Widodaren yang berada di Gunung Bromo. Pada Kamis (22/3) umat Hindu suku Tengger juga akan melaksanakan upacara Pecaruan di masing-masing desa, dilanjutkan upacara Pecaruan Agung atau Tawur Agung Kesanga secara terpusat di Tosari, kemudian mengarak boneka raksasa Ogoh-ogoh keliling desa, dan membakarnya di masing-masing cesa. Umat Hindu suku Tengger yang telah bersih dirinya, baik fisik maupun batinnnya, kemudian mulai Jumat dini hingga Sabtu dini melaksanakan Catur Berata Penyepian, dengan melakukan pantangan yakni "Amati Geni" (tidak menyalakan api), "Amati Karya" (tidak bekerja), "Amati Lungan" (tidak pergi), dan "Amati Lelanguan" (tidak bersenang-senang). Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo,Tutug Edib Utomo yang dihubungi secara terpisah mengatakan, selama perayaan hari Raya Nyepi tidak ada penutupan [intu gerbang kawasan wisata Gunung Bromo di Probolinggo. "Pintu gerbang laut pasir di Cemorolawang, tidak ditutup selamaa hari Raya Nyepi," kata Tutug Edi Utomo. Namun Tutug mengimbau kepada para wisatawan yang mengunjungi Gunung Bromo agar tetap menghormati umat Hindu suku Tengger yang sedang melaksanakan Hari Raya Nyepi.


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026