Tuban - Rumah Abdul Ghofur (48), warga Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Tuban, Jatim, Selasa, masih dijaga sejumlah petugas bersenjata pascakejadian ledakan di rumah tersebut yang mengakibatkan penghuninya yakni Abdul Ghofur dan istrinya Zairoh (48) mengalami luka-luka. "Jumlah petugas yang berjaga di rumah Abdul Ghofur masih banyak, termasuk garis polisi yang mengelilingi rumah belum dilepas," kata Kepala Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Sukirno, Selasa. Ia mengaku tidak tahu sampai kapan penjagaan di kediaman Abdul Ghofur dilakukan, sebab petugas juga melakukan penjagaan kegiatan pesta pernikahan di rumah keponakan Abdul Ghofur yaitu Dina Karmila yang menikah dengan pemuda asal Trenggalek, Zaki. Pesta hajatan diselenggarakan di rumah Dina Karmila yang bersebelahan dengan rumah Abdul Ghofur. Pesta yang dimulai sekitar 13.00 WIB itu mengundang sekitar 300 undangan. "Pesta hajatan berlangsung dengan normal, undangan banyak yang datang," katanya menjelaskan. Menurut dia, petugas hanya melakukan penjagaan di kediaman Abdul Ghofur dan kediaman keponakannya yang sedang menggelar hajatan, tidak sampai melakukan pemeriksaan kepada udangan yang hadir. "Petugas hanya mengawasi undangan dari jatuh, tidak ada undangan yang bawaannya diperiksa," kata Sukirno yang berada di lokasi hajatan. Secara terpisah, Kasubag Bina Mitra Polres Tuban AKP Noersento menyatakan tidak tahu sampai kapan penjagaan rumah Abdul Ghofur dilakukan. Alasannya, penanganan kasus ledakan di kediaman Abdul Ghofur tersebut diambil alih Polda Jatim. "Sekarang ini Tim Polda Jatim masih di Tuban untuk melakukan penyelidikan," katanya menjelaskan. Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Dr. Koesma Tuban, dr.Nursanti , menyatakan kondisi Abdul Ghofur dan Zairoh sudah membaik. Zairoh sebelumnya sempat menjalani operasi kecil akibat luka di paha kanan, sedangkan Abdul Ghofur menderita luka pada kaki kanannya. "Termasuk kondisi mental keduanya juga sudah membaik," katanya menjelaskan. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Hilman Thayib memastikan ledakan di Desa Bangilan, Tuban, Jawa Timur itu bukan bom."Kami pastikan bukan bom, karena unsur-unsur yang mengindikasikan itu, seperti unsur bahan peledak, pemicu, tematik, dan lainnya, tidak ada," katanya.(*).
Berita Terkait
Banjir menerjang delapan kecamatan di Jember
13 Februari 2026 19:56
IHH Healthcare Malaysia perkuat kemitraan layanan pasien Indonesia
13 Februari 2026 18:29
Mayapada Hospital Surabaya hadirkan "Heart and Vascular Center"
13 Februari 2026 18:18
PMI Surabaya-Pelindo Marine gelar donor darah kumpulkan 237 kantong
10 Februari 2026 19:12
Rotary D3420 gelar aksi tanam pohon di Taman Mozaik Surabaya
7 Februari 2026 17:30
Dua orang terluka dalam kebakaran rumah di Ampel Surabaya
5 Februari 2026 21:18
Pelindo pastikan operasional Jamrud Selatan normal pascainsiden
4 Februari 2026 06:49
Tim SAR Gabungan temukan korban tenggelam di Dermaga Jamrud Selatan
2 Februari 2026 17:17
