Surabaya - Keluarga berencana (KB) untuk metode operasi pria (MOP) atau biasa dikenal dengan istilah vasektomi ternyata banyak diminati para pria atau suami di Kota Surabaya. Kepala Bapemas KB Kota Surabaya Antiek Sugiharti di Surabaya, Kamis, mengatakan banyaknya minat KB pria ini dapat dilihat dari tercapainya target yang dipatok Bapemas KB selama 2011 dan 2012. "MOP menjadi satu-satunya target kontrasepsi yang sudah terpenuhi tahun ini," kata Antiek Sugiharti. Menurut dia, tahun ini pemerintah pusat menetapkan target jumlah akseptor KB MOP di Surabaya sebanyak 120 orang. Target tersebut sudah terpenuhi selama Januari hingga Februari 2012. Bahkan pada akhir Februari lalu, jumlahnya sudah melebihi target yang ditetapkan, yakni 123 orang. Antiek mengatakan upaya Bapemas KB membantu menekan laju pertumbuhan penduduk tahun dengan melibatkan kaum pria atau suami mulai membuahkan hasil maksimal. Antiek menjelaskan jumlah akseptor KB MOP di Surabaya memang terus mengalami peningkatan. Tahun lalu, Surabaya dipatok target 120 orang untuk akseptor KB MOP. Target tersebut juga berhasil terpenuhi, di mana jumlah akseptor KB MOP selama 2011 mencapai 154 orang. Hanya saja, jumlah tersebut masih terbilang sedikit jika dibanding total jumlah akseptor KB di Surabaya selama 2011 yang mencapai 87.363 orang. Hal ini disebabkan jenis kontrasepsi untuk pria lebih sedikit dibanding wanita. Saat ini, lanjut dia, jenis kontrasepsi yang tersedia untuk pria baru MOP dan kondom. Sementara bagi wanita, jenisnya ada lima macam, yakni IUD, metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi, implan, suntik dan pil. Selain itu, lanjut dia, belum banyak pria yang tertarik untuk ber-KB. Apalagi KB pria masih dianggap tabu di kalangan masyarakat. Data jumlah target atau permintaan perkiraan masyarakat peserta KB baru pria (PB pria) 2011 di Surabaya sebesar 3.695, dengan rincian MOP 120 dan kondom 3.675 peserta. Sedangkan hasil pencapaian sampai dengan Desember 2011 sebanyak 8.764 peserta atau 237 persen. Dari jumlah tersebut, pencapaian PB pria terdiri dari MOP sebesar 154 peserta dan kondom sebesar 8.610 peserta. Jika dibanding dengan proporsi mix kontrasepsi pria terhadap total PB , maka proporsi MOP hanya 0,17 persen dan kondom 9,8 persen. Artinya, PB pria baru tercapai sebesar 9,97 persen dari keseluruhan PB yang ada sebanyak 67.393 peserta. Masih rendahnya animo masyarakat terhadap metode KB pria disebabkan masih kurangnya pemahaman mengenai kontrasepsi pria yang sulit untuk direkanalisasi dan adanya Fatwa MUI. "Padahal, rekanalisasi pada akseptor KB MOP bisa dilakukan jika pasangan usia subur ini ingin punya anak lagi," kata Antiek. Menurut dia, terpenuhinya target tersebut tidak lepas dari peran aktif akseptor KB pria. Mereka turut dalam sosialisasi ke masyarakat sehingga banyak pria yang tertarik menjalani KB MOP. "Sosialisasi tersebut dilakukan secara intensif di 31 kecamatan di Surabaya," katanya.


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026