Menurunnya prestasi dan minimnya gelar yang diraih para atlet muda bulutangkis di Tanah Air menyisakan keprihatinan yang mendalam bagi pebulutangkis nasional Taufik Hidayat.
"Bukan masalah terlambatnya regenerasi atau pembinaan yang tidak berkesinambungan, bahkan perhatian pemerintah, tapi semua itu lebih banyak disebabkan oleh atlet itu sendiri yang sekarang ini cenderung cepat puas dengan apa yang telah diraih," katanya.
Menantu mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar itu mengaku, upaya pemerintah dan swasta (sponsor) sudah maksimal, termasuk masalah pendanaan, tapi itu tadi atletnya saja yang cepat puas dan tidak mau bekerja keras.
Duta Milo School Competition bersama Tommy Sugiarto itu melihat talenta dan potensi para pebulutangkis muda sebenarnya cukup menjanjikan, namun sampai sejauh ini belum seluruhnya muncul dengan prestasi gemilang.
Selain itu, katanya, penyebab lainnya adalah minimnya kompetisi untuk kategori junior. "Selama ini kompetisi yang digelar, baik nasional maupun internasional hampir seluruhnya untuk usia di atas 20 tahun," ujarnya.
Ia mengemukakan, selain kompetisi kategori junior yang minim, dukungan dari orang tua calon atlet bulutangkis juga tidak maksimal, sebab ketika anak-anaknya berlatih keras termasuk fisik, orang tua sudah keberatan, bahkan tidak berperan aktif memberikan dorongan moral dan mental.
Ke depan, katanya, kompetisi untuk kategori junior ini harus diperbanyak, sebab dari kompetisi inilah bisa dicari bibit unggul yang bertalenta dan berpotensi dimasa depan. Ini harus terus digali jika dunia bulutangkis di Tanah Air ingin kembali berjaya seperti beberapa tahun silam.
Menurut Taufik, stagnannya pembinaan yang berakibat pada penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir itu juga bukan sepenuhnya salah pemerintah. Anggaran yang dikucurkan untuk pembinaan di pelatnas juga cukup besar, namun kenapa masih belum mampu mengangkat prestasi bulutangkis di Tanah Air?
"Berarti ini kan ada yang salah dan kondisi itu tidak lepas dari si atelt sendiri yang cepat puas setelah meraih prestasi tertentu, padahal kan masih banyak prestasi yang lebih tinggi yang bisa diraih," tegasnya.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026