Sumenep - Pimpinan Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur menyatakan beras bagi warga miskin di Kabupaten Sumenep sudah bisa ditebus.
"Sejak Selasa ini pula, raskin tahun ini yang menjadi jatah penerima manfaat di Sumenep sudah bisa ditebus," kata Wakil Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur, Gede Rempiana di Sumenep, Selasa.
Gede Rempiana mengatakan hal itu disela-sela sosialisasi dan uji masak beras bagi warga miskin (raskin) di halaman Gudang Bulog Sumenep.
Gede menjelaskan, stok raskin di Gudang Bulog Sumenep per Selasa pagi hampir 400 ton.
"Jajaran kami di Gudang Bulog Sumenep sudah siap melayani tim raskin tingkat kecamatan yang ingin menebus jatah raskin di wilayahnya," ucapnya.
Ia juga menjamin Gudang Bulog di masing-masing kota/kabupaten, termasuk yang berada di Pulau Madura, tidak akan kekurangan stok raskin.
"Stok raskin di empat Gudang Bulog di Madura akan didukung oleh Gudang Bulog Surabaya. Artinya, kalau ada potensi kekurangan stok raskin di Madura, akan dipasok dari Gudang Bulog Surabaya," katanya.
Sementara Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Saiful Bahri menjelaskan, hingga Selasa ini, pihaknya telah mengeluarkan surat penetapan alokasi (SPA) raskin bagi tim raskin di 17 kecamatan.
"Mereka yang telah menerima SPA raskin adalah tim raskin tingkat kecamatan yang telah menyerahkan daftar penerima manfaat (DPM) raskin di wilayahnya, baik dalam bentuk 'hard copy' maupun 'soft copy'," ujarnya.
Tim raskin yang telah mengantongi SPA raskin, sudah bisa menebus jatah raskin di wilayahnya ke Gudang Bulog Sumenep guna disalurkan kepada para penerima manfaat.
"Kami sudah meminta tim raskin di 10 kecamatan lainnya supaya segera menyerahkan DPM kepada kami. Selama tidak menyerahkan DPM, tentunya tidak akan menerima SPA raskin yang berarti tidak bisa menebus raskin," kata Saiful.
Jumlah penerima manfaat raskin di Sumenep sebanyak 145.788 rumah tangga yang tersebar di 27 kecamatan. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.