Pamekasan - "Dialog merupakan kunci sukses dalam mengatasi berbagai permasalah," ucap anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) XI Madura, Supriyatno dalam melakukan serap aspirasi dengan para nelayan di Pamekasan.
Di hadapan sekitar 50 orang perwakilan nelayan dan tokoh masyarakat Pamekasan, Supriyatno mengatakan, persoalan yang sering terjadi di negeri ini, baik di bidang pemerintah, pelanggaran hukum, maupun dalam kehidupan sosial, penyebab utamanya karena pintu dialog sering tertutup.
Akibatnya, asumsi negatif kemudian timbul, lalu berdampak pada penciptaan yang kurang kondusif, hingga akhir terjadi persoalan.
"Saya kira demikian apa juga yang terjadi pada nelayan di Pamekasan ini. Akibat tidak adanya dialog atau komunikasi yang buntu, akhirnya mereka terjerat pada sebuah persoalan," ucap Supriyatno.
Jika nelayan komunikatif dengan pemkab dan demikian juga sebaliknya, maka persoalan izin operasional berlayar bagi nelayan yang pada akhirnya menyeret sebagian diantara mereka dalam proses hukum tidak akan terjadi.
Padahal, kata politisi dari Parta Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, akibat kasus itu, biaya yang harus dikeluarkan negara mencapai ratusan juta rupiah.
"Sedangkan kerugian negara jika nelayan tidak mengurus izin itu hanya Rp20 ribu," kata Supriyatno.
Kunci sukses dialog ini tambah dia, sebenarnya bukan pada persoalan mengurus izin saja, akan tetapi juga pada semua bidang dalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026