Menilik namanya, orang pasti terkecoh, karena berbau India. Tidaklah salah, nama Sinjay dalam film-film Bolywood indentik dengan inspektur polisi, pemberantas kejahatan. Tapi ini tidak ada kaitannya dengan India. Kuliner khas Jawa Timur ini adanya di Kabupaten Bangkalan, Pulau Garam. Bebek Sinjay, yang merupakan angkronim dari Sinar Jaya, awalnya adalah sebuah nama toko kelontong di pinggiran Kota Bangkalan. Nampaknya si pemilik kurang memiliki keberuntungan bila hanya sekadar berbisnis toko kelontong. Sehingga tahun 2000 mengubah haluan berbisnis kuliner yang banyak digemari masyarakat, bebek. Nyatanya tidak salah pilihan alih profesi ini, di mana saat ini bila ingin menikmati Bebek Sinjay, orang harus rela antre berjam-jam. Rasanya yang khas dan gurih serta renyah dengan pendamping sambal mangga muda serta taburan serundeng, euuuunak tenan. Pada hari biasa, pengelola bisa menghabiskan 600 ekor bebek dan minuman dalam botol 50 krat (1.200 botol) setiap hari dan hari libur bisa menghabiskan 1.000 ekor, di mana jam buka 08.00 WIB hingga sore hari. Soal harga, nisbi terjangkau, satu porsi Rp16.000 terdiri atas satu piring nasi dengan lauk satu potong bebek plus minuman teh dalam botol. Bebek Sinjay sudah cukup terkenal. Buktinya pengunjung tidak hanya datang dari wilayah Surabaya atau Jatim sekitarnya, bahkan pada hari libur tidak hanya warga beberapa kota di Pulau Jawa, di luar Jawa juga memburunya tampak dari mobil pelat yang bernopol luar Jawa berjejer di pelataran parkir. Menjangkaunya cukup mudah. Kuliner bebek di Jalan Raya Bangkalan-Sampang ini, bisa ditempuh dari jembatan Suramadu (dari arah Surabaya) sekitar 5 Km. Selepas jembatan terpanjang di Asia Tenggara tersebut, arahkan kendaraan ke kiri (kanan menuju Sampang, Pamekasan dan Sumenep), sekitar 2 Km akan menemui hambatan laju kendaraan, akibat antrean kendaraan untuk parkir di Bebek Sinjay. Selain antre untuk mendapatkan parkir, pengunjung juga harus antre lagi untuk membayar terlebih dulu pesanan. Seusai itu baru mencari tempat duduk dan menunggu si bebek untuk disantap, yang sekitar satu sampai dua jam. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026