bagaimana para pemain bisa menerapkan taktik dari coach Widodo

Surabaya (ANTARA) - Asisten pelatih PSIS Semarang Hamka Hamzah menyebut laga melawan Persebaya dalam Persebaya 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (19/7), menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan timnya menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.

"Fokus pelatih melihat kondisi fisik pemain dan bagaimana para pemain bisa menerapkan taktik dari coach Widodo," kata Hamka saat konferensi pers pralaga di Stadion GBT Surabaya, Sabtu.

Ia menjelaskan, PSIS baru menjalani latihan bersama sekitar dua pekan sehingga pertandingan tersebut dimanfaatkan tim pelatih untuk mengevaluasi kondisi fisik pemain.

Selain itu, kata dia, PSIS datang bukan sekadar memenuhi undangan Persebaya, tetapi juga ingin memberikan perlawanan kepada tim tuan rumah yang dinilainya tampil lebih kuat setelah mendatangkan sejumlah pemain baru.

"Kami datang bukan sekadar bermain, tetapi juga akan memberikan perlawanan. Persebaya musim ini sangat luar biasa dengan banyak pemain baru, jadi pertandingan besok akan sangat seru," ucapnya.

Tak hanya itu, Hamka juga menyampaikan salam dari pelatih kepala Widodo Cahyono Putro yang berhalangan hadir karena menghadiri pernikahan putra pelatih Fakhri Husaini.

Mantan pemain Persebaya itu juga mengimbau suporter kedua tim tidak membawa flare karena rangkaian pertandingan akan diisi penayangan video penghormatan kepada almarhum Andie Peci.

"Saya berharap teman-teman suporter tidak membawa flare agar suasananya benar-benar nyaman dan pertandingan berjalan lancar sampai selesai," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan pemain PSIS Komang Tri mengatakan pertandingan melawan Persebaya merupakan kehormatan bagi seluruh pemain sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

"Ini merupakan kehormatan bagi saya dan teman-teman bisa bertanding melawan Persebaya. Semoga latihan tanding ini menjadi persiapan yang baik bagi Persebaya dan PSIS menghadapi kompetisi ke depan," kata Komang.



Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026