Jember - Target produksi padi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebanyak 1 juta ton pada tahun 2011 dipastikan tidak tercapai karena anomali cuaca dan serangan hama wereng di areal pertanian kabupaten setempat. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jember, Hari Wijayadi, Kamis, mengatakan produksi padi petani di 31 kecamatan di Jember hingga akhir November mencapai 820 ribu ton saja, sehingga target sebanyak 1 juta ton tidak akan terpenuhi hingga akhir tahun ini. "Produksi padi di Jember selama tahun 2011 diprediksi mencapai 840 ribu ton karena berbagai faktor yang menyebabkan hasil panen petani menurun di sejumlah kecamatan," tuturnya. Menurut dia, produksi padi di Jember selama tiga tahun terakhir menurun dan tidak menunjukkan peningkatan karena anomali cuaca dan serangan hama wereng coklat yang menyebabkan sebagian lahan pertanian gagal panen (puso). "Produksi padi tahun 2011 diprediksi sebesar 840 ribu ton, padahal tahun 2010 hasil produksi padi sebanyak 845 ribu ton dan tahun 2009 sebanyak 880 ribu ton dengan luas lahan pertanian 159 ribu hektare," paparnya. Perubahan cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang cukup tinggi, lanjut dia, mempengaruhi peningkatan serangan hama di lahan pertanian karena sejauh ini belum ada bibit padi yang tahan terhadap cuaca ekstrem. "Curah hujan yang cukup tinggi dan sedikitnya sinar matahari menyebabkan penyerbukaan tanaman padi tidak sempurna, sehingga hasil panen petani menurun," terangnya. Menanggapi kemungkinan rawan pangan, Hari menegaskan bahwa Jember merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Timur, sehingga hal tersebut tidak mungkin terjadi. "Saat ini panen di sejumlah kecamatan seperti Mayang dan Silo masih berjalan, bahkan masih banyak petani yang menyimpan hasil panennya dan stok beras untuk jatah masyarakat miskin (raskin) di Bulog Jember lebih dari cukup," katanya menjelaskan. Ketua Asosiasi Pangan Jatim, Jumantoro, mengatakan produksi padi di seluruh kabupaten/kota di Jatim diprediksi turun sekitar 25 persen dari target Pemprov Jatim sebesar 12,05 juta ton gabah kering giling (GKG). "Serangan hama penyakit tanaman sudah menyerang hampir di seluruh lahan pertanian di Jatim dan diperparah dengan cuaca ekstrem yang tidak menentu, dipastikan berdampak pada penurunan produksi padi," ucap Jumantoro yang juga petani asal Jember itu.(*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026