Banyuwangi (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Jawa Timur, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta penguatan budaya menabung di kalangan pelajar melalui agenda Pekan Sekarkijang Menabung 2026.
Kepala OJK Jember yang juga membawahi Banyuwangi Ari Budiman menyampaikan agenda Pekan Sekarkijang Menabung 2026 telah dilaksanakan di wilayah kerjanya, yakni di Kabupaten Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Lumajang.
"Pelajar merupakan salah satu kelompok strategis dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih mandiri, mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat," kata dia dalam keterangan tertulis diterima di Banyuwangi, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 itu mengusung semangat tema "Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan" dengan melibatkan 1.700 pelajar Tingkat SD sampai dengan SMA di Banyuwangi.
Aris menyampaikan, menabung bukan hanya tentang menyisihkan uang, tetapi merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak.
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di masing-masing kabupaten wilayah kerja OJK Jember, kata dia, seluruh Bupati turut hadir dalam rangkaian Pekan Sekarkijang Menabung 2026.
Kehadiran para kepala daerah, lanjut Aris, menjadi wujud nyata sinergi dan komitmen bersama antara OJK dan pemerintah daerah, satuan pendidikan serta Industri Jasa Keuangan (IJK) dalam membangun budaya menabung sejak dini, juga memperluas akses keuangan, serta mendorong pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, mudah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kegiatan dilaksanakan di empat kabupaten melalui edukasi literasi keuangan kepada pelajar, sedangkan di Banyuwangi dikemas melalui kolaborasi dengan agenda agenda Festival Lampion dan peringatan Hari Pramuka yang diselenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi," kata Aris Budiman.
Aris menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, legal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.