Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, lebih mengintensifkan pemantauan terhadap kondisi Jembatan Semampir yang melintang di atas Sungai Brantas, guna mengantisipasi terjadinya kerusakan atau roboh seperti yang menimpa Jembatan Kutai Kartanegara.
"Meskipun Jembatan Semampir milik provinsi, keberadaan sangat penting bagi kami. Jadi, kami harus ikut menjaganya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri Kasenan, Selasa.
Menurut ia, pihaknya tidak ingin tragedi runtuhnya jembatan di Tenggarong, Kalimantan Timur, yang menewaskan puluhan orang, juga terjadi di Kediri.
"Karena Jembatan Semampir milik provinsi, kami tidak mempunyai kewenangan jika ada kerusakan, dan hanya memberikan laporan perkembangan terkait kondisi jembatan. Jika ada kerusakan, provinsi akan menerjunkan tim untuk memperbaiki," ucapnya.
Kondisi Jembatan Semampir yang menghubungkan wilayah Kota dengan Kabupaten Kediri, beberapa tahun lalu pernah mendapat perhatian serius dari Pemprov Jatim karena mengalami perenggangan akibat aktivitas penambangan pasir dari warga.
Sebelumnya, di sekitar Jembatan Semampir banyak terdapat aktivitas penambangan pasir yang dilakukan warga, baik secara tradisional maupun menggunakan mesin pompa. Aktivitas itu menyebabkan jembatan mengalami perenggangan sekitar 10-15 sentimeter.
Pemprov Jatim kemudian melakukan perbaikan dengan cara menambal agar perenggangan tidak semakin melebar.
Selain Jembatan Semampir, di Kediri juga masih terdapat jembatan lama peninggalan pemerintah Kolonial Belanda yang lokasinya tidak jauh dari Semampir.
Namun, Pemprov Jatim dan Pemkot Kediri membatasi pengguna jembatan hanya untuk roda dua dan empat, karena usia bangunan yang sudah tua.
Wali Kota Kediri Samsul Ashar mengakui bahwa maraknya aktivitas penambangan pasir sangat berpengaruh terhadap kondisi Jembatan Semampir dan jembatan lama.
Pihaknya berupaya keras meminimalisir aktivitas penambangan dengan tidak memberikan izin.
"Jika mereka (penambang pasir, red) tetap beroperasi, maka sistem pengamanan di utara Jembatan Semampir akan sia-sia. Kami akan berupaya keras menghentikan akvitas penambangan itu," katanya menegaskan. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026