Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan proyek peninggian Jembatan Bokwedi di Kota Pasuruan, Jawa Timur, rampung pada September 2026 demi memastikan kelancaran transportasi menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

"September Insya Allah selesai. Pekerjaan fisik baru dimulai pada April 2026 karena sebelumnya pemerintah menunggu selesainya masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dan juga Lebaran 2026 agar mobilitas masyarakat tidak terganggu," kata Dody saat mengunjungi lokasi proyek di Kota Pasuruan, Minggu.

Dody menegaskan bahwa proyek tersebut juga akan dibarengi dengan peninggian jembatan rel kereta api yang berada persis di sebelah Jembatan Bokwedi.

Ia menjelaskan bahwa peninggian kedua infrastruktur tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi dampak banjir yang kerap melanda titik tersebut.

Menurutnya, banjir kerap menggenangi wilayah sekitar jembatan dikarenakan penyempitan dan pendangkalan Sungai Petung sehingga memengaruhi kelancaran air saat hujan deras.

“Kalau titik jembatan tidak ditinggikan, termasuk jalur kereta api juga tidak ditinggikan, kami khawatir air semakin meluap ke kanan dan kiri jembatan sehingga peninggian ini penting agar aliran air Sungai Petung lancar menuju hilir,” kata Dody.

Selama proses pembangunan, akses Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, yang merupakan jalur utama ditutup total.

Arus lalu lintas dari dan menuju Probolinggo dan Pasuruan bagi kendaraan umum roda empat dan roda dua dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif, sementara untuk kendaraan besar dialihkan melalui tol setempat.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026