Trenggalek - Sebagian warga Kota Trenggalek, Jawa Timur sampai saat ini masih trauma dengan peristiwa angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut, Selasa siang. "Terus terang kami was-was karena beberapa hari terakhir hujan selalu turun deras dan disertai angin kencang. Kejadian tadi siang benar-benar membuat kami takut badai kembali datang dengan kekuatan lebih dahsyat," ujar Dimas, salah seorang karyawan sebuah radio swasta di Kota Trenggalek, Selasa malam. Diakuinya, bencana sejenis kerap melanda sebagian wilayah di Kabupaten Trenggalek, khususnya di daerah dataran. Namun, setidaknya selama satu dasawarsa terakhir, belum sekalipun bencana yang diakibatkan angin kencang maupun puting beliung menerjang pemukiman padat di wilayah perkotaan. "Beruntung tak ada satupun warga yang menjadi korban," ujarnya. Bencana angin kencang atau puting beliung menerjang sebagian wilayah Kota Trenggalek, sehingga menyebabkan sejumlah pohon perdu dan baliho nonpermanen yang ada di jalan Soekarno-Hatta, roboh. Akibatnnya, akses utama menuju kota tersebut tertutup total selama satu jam karena terhalang pohon angsana berdiameter 50 centimeter yang melintang badan jalan. "Tadi sekitar pukul 11.30 WIB hujan turun cukup deras disertai angin kencang, tidak lama kemudian pohon ini roboh, yang di sebelah selatan sama juga roboh," timpal Anik, warga Trenggalek lainnya. Robohnya pohon tersebut membuat arus lalu-lintas menjadi terganggu dan terpaksa dialihkan melalui gang-gang kecil yang ada disekitar lokasi. Selain menutup seluruh badan jalan, pohon angsana tersebut juga menimpa salah satu pengendara motor yang hendak menuju ke wilayah kota, namun beruntung hanya sepeda motornya yang mengalami kerusakan. Petugas kantor lingkungan hidup yang menerima laporan kejadian tersebut kemudian mendatangi lokasi dan memotong dahan pohon yang mengahalangi jalur protokol tersebut dengan menggunakan gergaji mesin. Salah seorang warga Kelurahan Kelutan, Anik berharap, petugas lingkungan hidup secara rutin melakukan mengontrol pohon-pohon kota yang berada disepanjang jalan utama. Ia meminta, sejumlah pohon yang saat ini kondisinya rapuh maupun keropos untuk segera dilakukan pemotongan, mengingat saat ini musim penghujan sudah tiba dan sering kali disertai dengan angin kencang.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026