Surabaya - Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur Drs H Akhmad Munir terpilih untuk memimpin PWI Cabang Jawa Timur periode 2011-2016 dalam Konfercab PWI Jatim di Gedung Kadin Jatim, Surabaya, Sabtu. Dalam sidang pemilihan yang dipimpin Wakil Ketua PWI Jatim 2007-2011 Luthfil Hakim dan Sekretaris PWI Jatim 2007-2011 Machmud Suhermono itu, pengganti H Dhimam Abror itu meraih 128 dari 141 suara dalam konfercab itu. Sementara itu, calon ketua PWI Jatim lainnya Abu Bakar Yarbo dari Harian Memorandum hanya meraup 13 suara dalam proses pemilihan yang juga disaksikan Ketua Umum PWI Pusat H Margiono itu. Proses pemilihan itu sempat mengalami ketegangan sejenak ketika perwakilan dari Kediri mempertanyakan "ijtihad" panitia pemilihan yang menyalahi PD/PRT PWI dengan menawarkan dua calon. Namun, ketika pimpinan sidang Luthfil Hakim (Bisnis Indonesia) menawarkan peserta untuk menyepakati penunjukan calon lain, ternyata hanya tiga orang yang mengacungkan tangan. "Kami memang berijtihad agar peserta dapat menimbang calon yang ada sejak awal, tapi kami juga tidak main-main dalam ijtihad itu, karena kami menerapkan tujuh syarat untuk calon dan hanya dua orang yang mendaftar," katanya. Menjelang pemilihan, kedua calon menyampaikan visi dan misi. "Bagi saya, waktu 24 jam akan saya 'manaj' untuk PWI dan yang lain. Yang jelas, hidup saya adalah wartawan," kata Munir yang juga Sekretaris Umum PSSI Jatim itu. Ungkapan Munir itu seolah menjawab pernyataan Ketua Umum PWI Pusat H Margiono bahwa ketua harus mempunyai waktu untuk PWI. "Ketua PWI itu harus punya, apalagi bila banyak perwakilan (daerah) yang mati," kata Margiono. Bahkan, Munir juga mengomentari perhatian kepada daerah. "Saya setuju dengan pandangan umum perwakilan Kediri dan Malang, saya akan hidupkan 'perwakilan' yang mati. Saya ingin ada gerakan gemar ber-PWI," katanya. Dalam "kampanye" itu, Munir juga seolah menjawab pernyataan Margiono bahwa Ketua PWI harus independen. "Saya akan menjaga independensi organisasi, tapi saya juga akan mendorong kerja sama dengan pemangku kepentingan, seperti pemerintah, swasta, media, dan perorangan," katanya. Selain itu, Munir juga menjanjikan peran PWI sebagai kontrol sosial dan advokasi bagi wartawan yang mengalami masalah hukum di lapangan. "Saya akan mengajak organisasi wartawan lainnya untuk melakukan kerja bareng," katanya. Sementara itu, calon lainnya Abu Bakar Yarbo menjanjikan sukses PWI Jatim sebagai penyelenggara Porwanas 2013 dan kerja sama PWI Pusat dengan Kementerian Perumahan Rakyat untuk pengadaan rumah bagi wartawan. "PWI Jatim hingga sekarang tidak memperoleh anggaran rutin dari APBD Jatim seperti disangka orang, karena itu saya akan kembangkan kerja sama dengan banyak kalangan, tapi PWI akan tetap independen," katanya. Dalam konfercab itu, laporan pertanggungjawaban Ketua PWI Cabang Jatim 2007-2011 diterima tanpa catatan. "Kalau ada yang tidak bagus, maka hal itu kesalahan saya, tapi kalau ada yang bagus, maka hal itu karena kerja bareng semua pengurus," kata Dhimam Abror yang memimpin PWI Jatim selama dua periode itu. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026