Khusus Jawa Timur, kami menargetkan sekitar 13 kursi DPR RI dan sekitar 17 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur,

Surabaya (ANTARA) - Partai Rakyat Indonesia (PRI) menargetkan 50 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Pemilu 2029 dan memperkuat struktur organisasi di 38 kabupaten/kota Jawa Timur saat peringatan Hari Ulang Tahun pertama di Madiun.

“Kami optimistis dan memiliki target yang cukup besar. Secara nasional, kami menargetkan sekitar 50 kursi DPR RI. Khusus Jawa Timur, kami menargetkan sekitar 13 kursi DPR RI dan sekitar 17 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PRI Jawa Timur Syaqif Constantin Arsalan, M.Psi., dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.

Syaqif mengatakan Madiun dipilih sebagai salah satu pusat kegiatan HUT pertama PRI karena memiliki nilai historis dan kultural yang kuat sebagai Kota Pendekar.

“Madiun memiliki nilai historis dan kultural yang sangat kuat. Madiun dikenal sebagai Kota Pendekar dan memiliki berbagai simbol serta nilai budaya yang melekat kuat di masyarakat. Karena itu, kami melihat Madiun sebagai tempat yang strategis dan memiliki energi tersendiri untuk menjadi titik awal penguatan PRI di Jawa Timur,” katanya.

Ia menjelaskan PRI terus memperkuat struktur organisasi di Jawa Timur. Dari 38 kabupaten/kota, kepengurusan PRI telah terbentuk di 29 daerah dan ditargetkan lengkap seluruhnya sebelum tahapan verifikasi faktual pada Desember.

“Kami berharap seluruh tahapan tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga pada awal tahun depan, struktur organisasi PRI di Jawa Timur sudah semakin siap dan solid,” ujarnya.

Selain target DPR RI, PRI menargetkan 17 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur serta keterwakilan di DPRD kabupaten/kota.

Syaqif juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam organisasi dan politik PRI.

“Sebagai bagian dari generasi milenial, saya melihat anak-anak muda memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan Partai Rakyat Indonesia. Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama yang ikut menentukan arah masa depan Indonesia,” ujarnya.

Partai Rakyat Indonesia didirikan pada 8 Agustus 2025 dan menyatakan ingin membangun identitas sebagai partai yang hadir di tengah masyarakat serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat.

“Nama kami adalah Partai Rakyat Indonesia. Artinya, kami ingin menegaskan bahwa PRI hadir untuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada sekat berdasarkan suku, etnis maupun latar belakang daerah. Semuanya melebur menjadi satu dalam identitas sebagai rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Syaqif, kegiatan sosial dan kebudayaan dalam peringatan HUT tersebut menjadi bagian dari upaya PRI mendekatkan diri dengan masyarakat dan memperkuat konsolidasi organisasi di Jawa Timur.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026