Surabaya - Pengamat politik Universitas Airlangga Edi Heri menilai kunjungan kerja anggota DPRD Kota Surabaya ke luar negeri dalam waktu dekat ini hanya menghambur-hamburkan uang rakyat yang dipungut melalui pajak dan retribusi. "Jika melihat agenda kunker ke luar negeri yang dilaksanakan oleh para anggota dewan, maka yang pertama kali harus dilihat adalah dari aspek integritas anggota dewan yang bersangkutan," kata Edi di Surabaya, Kamis. Hal itu, kata dia, dikarenakan kegiatan kunker yang selama ini dilaksanakan anggota dewan dianggap belum memberikan manfaat yang cukup berarti buat masyarakat. Menurut dia, para anggota dewan tersebut perlu ditanyakan niatnya menjadi wakil rakyat. "Kalau niatnya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, maka tidak akan mengikuti kegiatan yang manfaatnya kepada rakyat cukup kecil," ujarnya. Namun ketika niatnya hanya ingin menjadi penumpang atas nama birokrasi dan protokoler, maka anggota yang bersangkutan kebanyakan tidak paham kemana kapal ini akan disandarkan. "Malah saya menilai anggota dewan yang seperti ini tidak paham dengan apa yang dikerjakan," tuturnya. Integritas anggota dewan, lanjut Edi Heri, merupakan satu kesatuan antara pemikiran dengan perbuatan. Oleh sebab itu dirinya menilai kegiatan kunker niatnya lebih banyak porsi sampingannya dari pada tujuan pokok kegiatan itu sendiri. Ketika disinggung soal manfaat kegiatan kunker ke luar negeri bagi masyarakat, Edi Heri mengatakan, sampai saat ini tidak begitu tampak, meskipun sudah melakukan kunker ke mana-mana namun tidak ada hasil secara siginifikan yang bisa diberikan kepada masyarakat. "Minimal hasil kunker ditransformasikan dalam bentuk ide dan gagasan. Meskipun belum bisa diaplikasikan dalam tataran praktis, faktanya kan tidak pernah ada karena dewan jarang membuat raperda inisiatif," ujarnya. Seperti diketahui, dalam anggaran APBD tahun 2011 DPRD Surabaya dijatah melakukan kegiatan kunker sebesar Rp38 miliar yang masuk dalam pos pengembangan SDM. Hal ini mengalami kenaikan dari anggaran tahun 2010 yang hanya berkisar Rp26 miliar. Sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Surabaya melakukan kegiatan kunker ke luar negeri di antaranya, Guangzhou (China), Busan (Korea Selatan), Belanda serta Istanbul (Turki). Sesuai jadwal yang disusun, para wakil rakyat itu akan bertolak ke masing-masing negara tujuan mulai Senin (5/12) dan dijadwalkan tiba kembali ke Surabaya pada Minggu (11/12).


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026