Surabaya - PT Pos Indonesia mengoptimalkan jaringan pondok pesantren di Jawa Timur karena dapat memperluas jangkauan layanannya ke seluruh wilayah di provinsi tersebut. Kepala Divisi Regional VII PT Pos Indonesia, Junaidi, menguraikan, upaya tersebut merupakan wujud memaksimalkan pos sebagai tempat layanan yang efisien bagi publik. Apalagi, di Jatim pasar pondok pesantren memiliki potensi besar baik ratusan pondok pesantren skala kecil maupun 20an pondok pesantren besar. "Tindakan yang kami mulai pada bulan ini telah menyasar tujuh kota dengan delapan pondok pesantren," ujarnya, ditemui di kantornya, ketika ditanya upaya pengoptimalan layanan pos pada tahun 2011, di Surabaya, Jumat. Ia mencontohkan, bentuk pengoptimalan tersebut dilakukan dengan melengkapi segala fasilitas yang disediakan di tiap agen kantor pos yang menyebar di sejumlah pondok pesantren. "Kami tidak menargetkan pendapatan tertentu kepada agen pos di tiap pondok pesantren justru memberi sejumlah perangkat utama seperti komputer dan mesin cetak. Bagi mereka upaya ini menjadi unit bisnis tersendiri," katanya. Keuntungan kerja sama agen pos dengan pondok pesantren, rinci dia, terhantung dari bagi hasil per pucuk surat yang dikirimkan oleh santri dan masyarakat di sekitar pondok pesantren. "Setiap pengiriman surat biasa, bagi hasil yang diperoleh pondok pesantren mencapai 6 persen, kilat khusus antara 15-20 persen, dan logistik 15-20 persen," katanya. Terkait sejumlah pondok pesantren Kerja sama dengan pondok pesantren yang sudah menjalin hubungan bisnis keagenan, tambah dia, di antaranya menyebar di dua titik di Probolinggo dan masing - masing satu titik di Pasuruan, Situbondo, Ponorogo, Banyuwangi, Babat, dan Ngawi. "Untuk armada pengiriman surat maupun paket logistik akan kami datangkan dari kantor pos terdekat di tiap pondok pesantren," katanya.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026