Jember - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mencegah meluasnya penyebaran penyakit difteri dengan melakukan sosialisasi dan imunisasi secara serentak di kabupaten setempat yang akan digelar pekan depan. "Petugas kesehatan di puskesmas dan posyandu sudah memberikan sosialisasi tentang bahaya penyakit difteri yang bisa berujung pada kematian," kata Humas Dinkes Jember, Yumarlis, Selasa. Menurut dia, jumlah kasus difteri di Jember selama Januari hingga September 2011 sebanyak 19 kasus dan satu pasien di antaranya meninggal dunia. "Imunisasi difteri akan digelar secara serentak di seluruh posyandu yang tersebar di 31 kecamatan di Jember, sehingga penyebaran penyakit difteri dapat dicegah sejak dini," tuturnya. Sejauh ini, lanjut dia, sebanyak sembilan dari 31 kecamatan di Jember terserang penyakit difteri yakni Kecamatan Tempurejo, Umbulsari, Semboro, Sumberbaru, Ajung, Tanggul, Silo, Kaliwates Dan Patrang. "Awalnya memang tiga kecamatan yang terserang difteri, namun kini semakin meluas ke kecamatan lain. Harus ada langkah yang efektif untuk mencegah meluasnya penyakit yang mudah menular tersebut yakni dengan imunisasi massal," katanya. Sementara petugas posyandu di Kelurahan Mangli, Reni Sulistyowati, mengatakan balita dan anak-anak dapat terserang penyakit difteri, apabila imunisasinya tidak lengkap. "Seorang bayi biasanya mendapat suntikan imunisasi DPT (difteri pertusis dan tetanus) sebanyak tiga kali, namun kadang-kadang orang tuanya tidak mengimunisasikan anaknya secara lengkap," tuturnya. Ia menegaskan penyakit difteri dapat dicegah dengan imunisasi secara lengkap, sehingga orang tua diimbau untuk membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi, agar terhindar dari penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian itu. "Program pemberian vaksin difteri sudah dilakukan sejak lama karena imunisasi lengkap merupakan program pemerintah sejak dulu. Pemberian vaksin difteri kepada bayi dimulai pekan depan," katanya menambahkan. Gubernur Jatim Soekarwo telah menyatakan status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Jatim karena penyakit yang menyerang saluran napas tersebut sudah menjangkiti 34 kabupaten/kota di Jatim dan tercatat sebanyak 333 orang menderita difteri.(*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026