Bangkalan - Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Syafik Rofii, Senin, menemukan tiga PNS tidak masuk kerja tanpa alasan yang bisa dibenarkan alias "bolos" saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pegawai di lingkungan pemkab setempat. "Kami sudah meminta pihak Inspektorat untuk memeriksa PNS yang kami temukan bolos itu," kata Syafik Rofii. Sidak di hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran ini digelar bersama Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada beberapa instansi di lingkungan Pemkab Bangkalan. Rombongan Wabup melakukan sidak dimulai dari sekretaris DPRD Bangkalan. Kemudian mereka bergeser ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil).   Di sana Wabup menemukan dua PNS yang tidak masuk dengan alasan izin. PNS tersebut tidak masuk lantaran anaknya sakit. Selanjutnya rombongan Wabup melakukan sidak di Dinas Pertambangan dan Energi. Wabup juga menemukan seorang PNS yang tidak masuk karena izin, karena masih berada di kampung halamannya dan belum kembali ke Bangkalan. Selanjutnya rombongan Wabup melakukan sidak ke RSD Syarifah Ambami Rato Ebu. Mereka melihat absensi PNS dan memantau pelayanan terhadap pasien yang berobat di rumah sakit. Kemudian rombongan ini sidak di PU Bina Marga, PU Cipta Karya dan Dinas Pendapatan. Setelah itu rombongan pejabat ini menggelar rapat di BKD untuk menindaklanjuti tiga PNS yang tidak masuk tersebut. "Dari hasil sidak, ada tiga PNS yang tidak masuk dengan alasan tidak jelas. Ketiga akan dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tidak masuk pada hari ini," terang Syafik. Menurut Syafik, pihaknya menggelar sidak karena ingin melihat secara langsung kedisiplinan para PNS di lingkungan pemkab Bangkalan pada hari pertama masuk pasca cuti bersama lebaran. Sementara itu, Kepala Inspektorat Bangkalan, Abdul Hakim, mengatakan, ketiga PNS yang tidak masuk akan dikenai sanksi. Dimana sanksi yang mereka terima yakni berupa teguran. "Adapun sanksi yang bakal mereka dapatkan teguran," ungkap Hakim.


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026