Vokasi kebutuhan sangat luar biasa. Seluruh kabupaten dan kota kami gerakkan semuaSurabaya (ANTARA) - Direktur Kadin Institut Nurul Indah Susanti menyatakan jumlah master trainer di Jawa Timur bertambah 13 orang, pasca rampungnya pelatihan bersama IHK Trier Jerman, GIZ Jerman dan S4C Swisscontact.
"Dari tujuh orang menjadi 20 orang dan seterusnya. Ini adalah momen khusus di Indonesia karena baru di Jatim melaksanakan pelatihan master trainer dengan keterlibatan murni dari Jatim," kata Nurul, yang juga Wakil Ketua Umum Bidang SDM dan Ketenagakerjaan Kadin Jawa Timur melalui keterangan resmi, Selasa.
Belasan tenaga pengajar berpengalaman itu berasal dari beberapa perusahaan dan universitas di Jawa Timur, yakni Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Surabaya.
Selain itu mereka juga ada datang dari Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Rumah Vokasi Gresik.
Nurul mengaku optimistis adanya peningkatan jumlah tenaga pengajar berpengalaman bakal mengakomodir kebutuhan pada pelatihan vokasi.
"Biasanya kami hanya bisa mengirimkan satu dua orang saja untuk mengikuti peserta pelatihan master trainer," ucapnya.
Lebih lanjut, bertambahnya master trainer di Jawa Timur juga membantu upaya menyuarakan revitalisasi vokasi hingga ke tingkat nasional.
Oleh karenanya, Nurul mengatakan kebutuhan tenaga pengejar berpengalaman akan terus ditambah seiring dengan target pemerintah terkait sumber daya manusia (SDM) unggul di tahun 2045.
"Vokasi kebutuhan sangat luar biasa. Seluruh kabupaten dan kota kami gerakkan semua untuk pelaksanaan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi sesuai amanat Perpres 68/2022," ujarnya.
Koordinator Program Kemitraan Vokasi Industrie und Handelskammer (IHK) atau Kadin Trier Jerman Andreas Gosche mengatakan reformasi pendidikan dan pelatihan vokasi membutuhkan proses panjang. Master trainer menjadi salah satu unsur yang diperlukan.
"Kami dari Trier Jerman merasa sangat senang. Sejak beberapa tahun yang lalu kami telah memulai dan tetap komitmen sampai hari ini, khususnya dengan Kadin Jatim karena Kadin Jatim adalah satu-satunya Kadin yang konsisten dalam mengimplementasikannya," kata Gosche.
Asisten Program Kemitraan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi IHK (KADIN) Trier Jerman Mohamad Reza Nurhardyansyah menambahkan, penambahan jumlah tenaga pengajar berpengalaman memudahkan Kadin Jawa Timur mencetak pelatih tempat kerja di daerah, sebab peserta pelatihan tenaga pelatih berpengalaman yang dinyatakan lolos berasal dari berbagai daerah, diantaranya Surabaya, Gresik, Pasuruan, Malang dan Kediri.
"Seperti beberapa waktu yang lalu, Kadin Jatim melaksanakan pelatihan Pelatih Tempat Kerja di Kediri, master trainer harus kita datangkan dari Surabaya. Kalau di sekitar Kediri ada, akan jauh lebih mudah untuk melaksanakannya," kata Reza.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.