Jember - Pemudik yang menggunakan jasa angkutan bus ke Jember cenderung menurun 10 persen dibandingkan tahun lalu, sedangkan pemudik dengan kereta api (KA) meningkat sekitar 20 persen. "Kalau dibandingkan dengan hari biasa, pemudik ke Jember meningkat 10 persen, tapi dibandingkan tahun lalu justru menurun 10 persen," kata Kepala Terminal Tawangalun, Jember, Gatot Triyono, Minggu. Ia mencontohkan pemudik ke Jember pada "H-3" (27/8) yang mencapai 5.196 penumpang masuk dan 5.724 penumpang keluar dengan 309 perjalanan, padahal "H-3" pada tahun lalu mencapai 6.444 pemudik yang masuk Jember. "Jadi, pemudik ke Jember menurun 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Angka tertinggi biasanya terjadi pada arus balik ketiga atau 'H+3' yang keluar ke Bali dan Yogyakarta," paparnya. Tahun lalu, pihaknya sempat menambah 20-30 armada bus saat arus balik, sedangkan armada bus yang disiapkan di sejumlah terminal bus di Jember mencapai 250-an bus. "Penurunan jumlah penumpang yang naik bus itu akibat banyaknya pemudik menggunakan mobil pribadi, sepeda motor, kereta api, dan adanya program 'mudik bareng' yang digelar berbagai instansi," tuturnya, menduga. Lain halnya dengan pemudik yang menggunakan jasa angkutan kereta api (KA) yang justru mengalami peningkatan hingga 20 persen. "Pemudik tertinggi sudah terjadi pada 'H-6' (24/8) sebanyak 1.801 orang, sedangkan pemudik tertinggi tahun lalu pada H-3 (27/8) sebanyak 1.379 orang, sehingga ada peningkatan 20 persen," kata Kepala Stasiun KA di Jember, Nail Fachri. Untuk mengantisipasi kenaikan pemudik itu, ia mengatakan pihaknya menambah kapasitas KA ekonomi dari 106 orang menjadi 150 orang. "Penambahan kapasitas itu membuat KA rute jarak pendek ada penambahan rangkaian kereta dalam satu gerbong dari empat kereta menjadi enam kereta, sedangkan rute jarak jauh tetap 10 kereta dalam satu gerbong," ujarnya. Kendati jumlah pemudik yang datang ke Jember dengan bus menurun 10 persen dan pemudik dengan KA meningkat 20 persen, namun kasus kecelakaan di wilayah Jember mencapai 24 kasus sehari. "Pada 'H-3' (27/8) terjadi 24 kasus kecelakaan yang kami layani dengan dua korban tewas dan 14 korban rawat inap serta puluhan korban rawat jalan (pulang). Tentunya, pasien di rumah sakit lain juga ada," kata petugas jaga RSUD dr Soebandi Jember, dr Debby Lily. Tentang korban ledakan petasan, ia mengatakan hingga 'H-3' Lebaran tidak banyak korban petasan yang masuk ke RSUD dr Soebandi Jember. "Hanya ada 2-3 korban petasan yang kami rawat," ucapnya.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026