Banyuwangi, Jatim (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat sebanyak 404.000 penumpang kembali menuju Pulau Bali hingga Senin (30/3/2026).
"Dari catatan kami, hingga Senin (30/3/2026), pemudik yang sudah kembali dari Jawa ke Bali untuk kendaraan sebanyak 77 persen atau 127.904 unit, sedangkan penumpang pejalan kaki dalam kendaraan yang kembali 78 persen atau sebanyak 404.000 orang," kata General Manajer ASDP Cabang Ketapang Arief Eko di Banyuwangi, Jatim, Rabu.
Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat yang belum kembali ke Bali setelah libur Lebaran 2026 untuk kendaraan 23 persen atau 37.365 unit kendaraan, penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan 22 persen atau sekitar 113.000 orang.
Arief menyampaikan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada Minggu (29/3/2026) atau H+8 Lebaran, dan tercatat tercatat sebanyak 56.300 orang penumpang menyeberang di lintasan Ketapang-Gilimanuk, untuk kendaraan 19.000 unit didominasi pemudik sepeda motor, yakni mencapai 12.458 unit.
Dia juga menyebutkan untuk reservasi tiket di Pelabuhan Ketapang dari 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+11 Lebaran) tercatat sebanyak 183.810 kendaraan.
Sementara, kendaraan yang sudah masuk ke Pelabuhan Ketapang, kata Arief, terhitung sejak H-10 sampai dengan H+9 atau hingga Senin (30/3/2026) tercatat sebanyak 171.000 kendaraan.
"Sehingga, sisa kendaraan dari hasil reservasi yang sudah ada tersebut yang belum masuk di Pelabuhan Ketapang sebanyak 11.889 kendaraan," ujar dia.
ASDP Ketapang juga mencatat sejak H-10 sampai H+9 Lebaran tahun ini, total penumpang di lintasan Ketapang-Gilimanuk terjadi peningkatan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni meningkat 0,4 persen, kendaraan roda dua juga meningkat 8,6 persen, dan kendaraan kecil turun 6,2 persen, kendaraan truk meningkat 5,95 persen, bus turun 4,2 persen.
"Dari total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada tahun ini mengalami peningkatan rata-rata 2,6 persen dibandingkan tahun lalu," ujar dia.
Arief mengemukakan, angkutan Lebaran 2026 di lintasan Ketapang-Gilimanuk yang telah ditutup oleh Menteri Perhubungan pada Senin (30/3/2026) kemarin.
Dia meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa selama arus balik dan mudik Lebaran 2026 banyak terjadi waktu tunggu yang cukup lama, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, tapi kami selalu berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait termasuk kepolisian untuk memastikan para pengguna jasa menyeberang di lintasan Ketapang-Gilimanuk," kata Arief.
Pada Selasa (31/3/2026), ASDP Ketapang mengoperasikan sebanyak 36 unit kapal, dan menerapkan empat kapal dengan pola tiba bongkar berangkat atau TBB hanya di Dermaga MB-IV, sedangkan di dermaga-dermaga lainnya secara reguler karena per sore hari ini sudah mulai berjalan normal.
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026