Surabaya - Tim sepak bola Jawa Timur yang disiapkan menghadapi PON XVIII tahun 2012, rencananya digembleng dalam pemusatan latihan di markas militer Brigade Infanteri-1 Marinir, Sidoarjo, 10-25 Agustus 2011.
Manajer Tim Sepak Bola PON Jatim, Bambang Pramukantoro, kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengemukakan bahwa program latihan di markas militer bertujuan mengasah fisik, teknik dan mental pemain.
"Program ini juga untuk membangun karakter pemain agar lebih disiplin dan memiliki rasa nasionalisme tinggi," katanya usai rapat Pengurus Harian PSSI Jatim.
Menurut Bambang, pihaknya telah mendapat persetujuan dari pimpinan Brigif-1 Marinir untuk menggelar pemusatan latihan di markas tersebut.
Sebelum memutuskan berlatih di markas militer, awalnya tim sepak bola PON Jatim dijadwalkan menjalani latihan di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya.
"Saya sudah melihat kondisi mes di Brigif Marinir dan cukup bagus. Bahkan, lebih bagus dari mes di Stadion Tambaksari Surabaya," tambahnya.
Ia menambahkan, sebanyak 22 pemain dari berbagai daerah yang lolos seleksi penjaringan pada akhir Juli 2011, harus sudah berada di Markas Brigif-1 Marinir sehari sebelum program dimulai.
"Karena dalam suasana puasa, program latihan yang disiapkan tim pelatih akan disesuaikan dengan kondisi fisik pemain," ujar Bambang.
Sementara itu, Pengprov PSSI Jatim melakukan perubahan komposisi asisten pelatih sepak bola PON Jatim, yakni dengan memasukkan Hartono untuk menggantikan Jamrawi.
Hartono bersama Amin Zakaria dan Kuswo (pelatih kiper) akan mendampingi Danur Dara yang pernah membantu Aji Santoso menangani Persema Malang.
Kebetulan, Aji Santoso yang sukses mengantar Jatim merebut medali emas pada PON 2008 dan kini menjadi asisten pelatih Timnas U-23, juga dipercaya sebagai penasehat teknis tim PON Jatim.
Wakil Ketua Pengprov PSSI Jatim, dr Wardi Azhari Siagian, mengungkapkan bahwa komposisi pelatih tersebut merupakan rekomendasi dari Aji Santoso.
"SK (surat keputusan) soal tim pelatih sudah diajukan PSSI Jatim kepada KONI untuk mendapatkan persetujuan," ujarnya.
Tim sepak bola Jatim ditargetkan mampu mempertahankan tradisi medali emas yang telah direbut selama tiga edisi PON terakhir. *
Editor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.