Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak dini, penguatan sumber daya manusia, tata kelola organisasi, dan jejaring dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim 2026 di Surabaya, Rabu.

"Raker ini harus menyiapkan plan of action bagi kita semua baik persiapan Porprov, PON maupun Olympic," ucap Gubernur Khofifah.

Dalam Rakerprov yang digelar di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya itu, Khofifah menyampaikan empat catatan penting sebagai landasan penguatan olahraga prestasi di Jawa Timur.

Catatan pertama, yakni penguatan pembinaan dan pencarian bibit atlet secara lebih dini dan sistematis.

Menurutnya, pembinaan prestasi membutuhkan proses panjang mulai dari identifikasi bakat, pembinaan berjenjang, kompetisi terstruktur hingga pendampingan profesional.

"Pencarian bibit pencarian bakat dengan usia makin dini itu menjadi catatan penting karena seandainya keputusan di setiap cabor itu sudah final, maka atlet yang kita kirim harus mengikuti penyesuaian dari usia yang sudah ditentukan," tuturnya.

Khofifah menegaskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tidak hanya menjadi ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga instrumen strategis untuk pembinaan atlet berjenjang, pemerataan prestasi di seluruh kabupaten/kota, serta penggerak ekonomi daerah.

Catatan kedua, lanjutnya, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, meliputi pelatih, tenaga sport science, wasit, manajer tim, hingga atlet.

"Tim sport science yang ada di Unesa saya rasa diharapkan dapat melakukan proses untuk bisa melakukan adjustment. Tim ini bisa melakukan rasionalisasi dari proses untuk penyesuaian usia tertentu pada cabor tertentu yang lebih reasonable. Basisnya adalah sport science," kata Khofifah.

Catatan ketiga adalah penguatan tata kelola organisasi olahraga yang profesional, akuntabel, dan adaptif agar program pembinaan berjalan efektif.

"Bibit atlet yang bagus kalau tidak diikuti oleh tata kelola yang terukur nanti hasilnya juga kurang maksimal," ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga menekankan pentingnya membangun jejaring antara pemerintah, KONI, cabang olahraga (cabor), dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.

"Membangun jejaring seperti ini menjadi penting karena menyiapkan, membibit dan membina atlet tentu tidak mudah, tidak murah, dan tidak bisa cepat. Oleh karena itu semua cabor saya meminta untuk warm welcome kepada mereka yang hari ini terkonfirmasi memang akan pindah domisili di Jawa Timur," ucapnya.

Ia juga menilai koordinasi dengan bupati, wali kota, dan kepala dinas pemuda dan olahraga (Dispora) penting untuk mendukung pembinaan atlet.

Melalui empat catatan tersebut, Khofifah optimistis olahraga Jawa Timur akan semakin maju dalam menghadapi berbagai agenda, mulai Porprov, Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayor Jenderal TNI (Purn) Suwarno mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pembinaan olahraga prestasi.

"Ibu Gubernur sudah sangat benar. Jadi beliau mempunyai keinginan dan fokus. Sudah disampaikan juga oleh KONI pusat berbagai cabor prioritas dan menjadi fokus pembinaan," ujarnya.

Menurut Suwarno, Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan penyelenggaraan Porprov terbesar di Indonesia memiliki potensi besar dalam pembinaan atlet usia dini untuk jangka panjang.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026