Kami akan membuat standardisasi program dan standardisasi latihan untuk pelatih.

Surabaya (ANTARA) - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur menyiapkan program standardisasi latihan dan pembinaan bagi para pelatih di seluruh kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan kualitas atlet serta memperkuat prestasi pencak silat Jawa Timur di tingkat nasional.

Ketua IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan, penyamaan pola latihan tersebut diperlukan agar seluruh daerah memiliki ukuran pembinaan yang sama dan tidak berjalan dengan program masing-masing.

"Kami akan membuat standardisasi program dan standardisasi latihan untuk pelatih. Sehingga ada keseragaman ukuran, jangan sampai terjadi parsialisasi program dan latihan di masing-masing daerah," kata Bambang di Surabaya, Senin.

Menurut dia, standardisasi tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kekuatan fisik, teknik, hingga kesiapan mental atlet.

 Langkah itu dilakukan agar ketika atlet kembali ke daerah masing-masing, pola pembinaan tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

IPSI Jatim saat ini tengah menyiapkan sekitar 40 atlet yang akan masuk dalam program pemusatan latihan daerah (puslatda). 

Atlet tersebut terdiri dari hasil seleksi Kejuaraan Provinsi Piala BHS serta atlet yang sebelumnya telah masuk dalam pembinaan Puslatda Jawa Timur.

"Atlet yang sudah terseleksi ini akan distandarkan dulu, baik fisik, teknik maupun mentalnya. Harapannya mereka memiliki kualitas yang sama dan bisa berkembang melampaui standar yang ditetapkan," ujar pria yang juga Anggota DPR RI ini.

Bambang menambahkan, IPSI Jatim juga akan menggelar sejumlah ajang seleksi untuk mencari bibit atlet potensial lainnya. 

Salah satunya melalui rencana penyelenggaraan Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada September atau Oktober.

Selain itu, IPSI Jatim juga akan menggelar Piala Kapolda Jawa Timur sebagai bagian dari proses pencarian atlet berprestasi yang nantinya dapat memperkuat tim provinsi menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

"Kami akan siapkan semuanya termasuk try out. Target dari KONI Jatim adalah empat medali emas, dan kami optimistis bisa memenuhi target tersebut," kata Bambang.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur M Nabil menjelaskan, proses rekrutmen atlet dilakukan melalui beberapa jalur, yakni hasil kejuaraan, rekomendasi KONI kabupaten/kota, prestasi Porprov, serta jalur individu.

Menurut dia, pembinaan atlet dilakukan berdasarkan kemampuan dan hasil evaluasi secara berkala, termasuk adanya sistem promosi dan degradasi.

"Kami membina atlet yang berprestasi. Yang belum berprestasi tetap akan dibina. Nantinya ada promosi dan degradasi agar prestasi yang dicapai terus meningkat," ujarnya.

Nabil menilai potensi pencak silat di Jawa Timur cukup besar karena aktivitas kompetisi di daerah terus berjalan. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mencetak atlet yang mampu bersaing dengan provinsi lain.
 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026