Lamongan - Buah blewah produk sejumlah desa di Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan mampu menembus Jakarta dan Bali, selain di pasarkan di berbagai kota lainnya di Jatim.
"Pengiriman blewah ke Jakarta dan Bali dipilih yang masih mentah, sebab kekuatan blewah hanya sekitar tiga hari," kata seorang pedagang blewah asal Desa Sumberagung, Kecamatan Megale, Jombang, Nursogol (55), Senin.
Ditemui ketika melakukan pembelian blewah panenan di Desa Kedungdoro, Kecamatan Sukorame, ia menjelaskan, selain Desa Kedungdoro, juga Desa Embong Gede, Kedung Gede, Sukorame dan sekitarnya, sejak sebulan terakhir mulai panen blewah.
Panen blewah di wilayah setempat, lanjutnya, selain dibeli pedagang yang mengirimkan blewah ke Jakarta dan Bali, juga dibeli puluhan pedagang "engkrek" bersepeda motor.
Mereka, lanjutnya, melakukan pembelian blewah yang sudah masak dengan warna kuning, selanjutnya dijual ke berbagai daerah mulai Lamongan, Bojonegoro, Jombang juga daerah lainnya di Jatim.
Menurut dia, harga blewah di tempat, rata-rata Rp1.000,00/kilogram dan di luaran dijual para pedagang ke konsumen berkisar Rp3.000,00/kg. Harga blewah tersebut, tergolong standar, tidak terlalu mahal.
"Saya sendiri dalam sehari bisa memperoleh blewah sekitar 15 ton, untuk dikirim ke Madiun, juga Jakarta," katanya, menjelaskan.
Menurut pedagang blewah asal Tuban, Warsono, sebelum ini, para pedagang blewah juga sudah melakukan pembelian blewah panen di wilayah Jombang yang berdekatan dengan kawasan penghasil blewah di Lamongan itu.
"Kita setelah melakukan pembelian blewah di Jombang setelah habis, kemudian beralih ke Lamongan," ucap Wartono, menambahkan.
Sistim pembelian blewah, kata Nur, bagi sebagian pedagang blewah ada yang sistim tebas di sawah. Sebagian pedagang lainnya, terutama pedagang blewah engkrek melakukan pembelian dengan sistim per buah.
"Kalau sudah begini pedagang blewah engkrek yang berjualan di kota Jombang, jumlahnya puluhan," jelasnya.
Para pedagang, memperkirakan panenan blewah di Lamongan masih terus berlangsung selama bulan suci Ramadhan, karena di sejumlah desa di Kecamatan Sukorame belum seluruhnya panen blewah.
"Paling tidak sebulan ke depan, panen blewah di sini masih berlangsung dan semakin laku di pasaran sebab puasa," ujar Nur menjelaskan.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026