Situbondo (ANTARA) - Kapasitas giling tebu di Pabrik Gula (PG) Assembagoes Situbondo, Jawa Timur, pada musim giling tahun ini baru berkisar 3.500 hingga 4.000 ton tebu per hari, dari kapasitas maksimal yang bisa mencapai 6.000 ton tebu per hari.

Sejak 2016, PG Assembagoes menjalani pengembangan dan modernisasi dengan anggaran sekitar Rp250 miliar menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 dan sisanya merupakan dana pendamping investasi PTPN XI.

Pengembangan dan modernisasi PG Assembagoes berupa peningkatan kapasitas giling dari 3.000 ton menjadi 6.000 ton per hari.

"Mengarahnya (giling tebu tahun ini) ke 4.000 ton per hari. Kalau langsung ke 6.000 ton per hari, giling tebunya hanya berlangsung 70 hari karena bahan baku tebu yang ada sekitar 448.000 ton," ujar General Manajer PG Assembagoes Situbondo Agus Priambodo di Situbondo, Selasa.

Ia mengemukakan pada tahun ini PG Assembagoes menargetkan giling tebu sekitar 448.000 ton, baik tebu rakyat atau milik petani maupun tebu milik PG Assembagoes.

Agus menjelaskan bahwa target giling tebu tersebut juga mempertimbangkan ketersediaan bahan baku tebu di wilayah PG Assembagoes.

"Memang masalahnya bahan baku. Oleh karena itu, kami belajar bersama teman-teman petani agar membiasakan memasok tebu ke kami karena menambah tebu per hari tidak mudah," katanya.

Mengenai harga tebu, menurut Agus, sebelumnya sudah membuat kesepakatan bersama Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), yakni Rp60.000 hingga Rp65.000 per kuintal dan harga mengacu pada rendemen tebu.

"Kalau rendemen atau potensi tebunya tinggi maka harganya juga tinggi karena perusahaan membeli sesuai rendemen. PG Assembagoes sudah memulai giling pada 16 Mei 2022. Untuk saat ini rendemen tebu berada pads kisaran 7. Rendemen tebu akan naik seiring dengan semakin berkurangnya intensitas hujan," paparnya.

Agus menambahkan, PG Assembagoes berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada petani. Salah satunya membeli tebu petani dengan timbang bayar, atau langsung bayar kepada petani yang memasok tebu ke PG Assembagoes.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026