Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah menyalurkan bantuan air bersih ke 20 kabupaten terdampak kekeringan hingga 5 September 2026, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan 20 kabupaten yang telah menerima droping air bersih tersebut yakni Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Pacitan.

"Penanganan kekeringan terus kami lakukan, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.

Ia menjelaskan penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari penanganan kekeringan dalam kerangka status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditetapkan Pemprov Jatim melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 pada 26 Mei 2026.

Status siaga darurat tersebut berlaku selama 133 hari dan mencakup 38 kabupaten/kota di provinsi itu. Dari 38 kabupaten/kota tersebut, sebanyak 24 kabupaten telah menetapkan status keadaan darurat kekeringan di wilayah masing-masing.

Menurut Khofifah, kondisi tersebut mendorong Pemprov Jatim untuk terus memperkuat dukungan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

Selain distribusi bantuan air bersih, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah lain untuk mengurangi dampak kekeringan, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Kami standby karena sangat mungkin di atas tanggal 6 September ada awan yang bergerak ke daratan untuk melakukan OMC dan berpotensi menjadi hujan," ujarnya.

Khofifah mengatakan pelaksanaan OMC akan mempertimbangkan kondisi serta potensi pertumbuhan awan yang mulai bergerak memasuki wilayah daratan.

Di tengah penanganan kekeringan tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat dan tokoh agama di Pasuruan memperkuat ikhtiar melalui doa bersama agar hujan segera turun.

"Pasuruan termasuk kota maupun kabupaten religius, saya berharap seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh agama melakukan Shalat Istisqa untuk meminta hujan, supaya ikhtiar kita dikabulkan Allah," katanya.

Ia berharap hujan segera turun di wilayah yang terdampak kekeringan sehingga tekanan terhadap masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, dapat berkurang.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026