Kita harus bersabar sambil menunggu hasil hitungan yang sesungguhnya dari Komisi Pemilihan Umum
Surabaya (ANTARA) - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Kota Surabaya tahun 2020, Eri Cahyadi - Armuji, mengimbau para pendukungnya tidak euforia dengan hasil hitung cepat. 

Berbagai lembaga survei hitung cepat mengumumkan pasangan Eri Cahyadi - Armuji yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) itu memenangi Pilkada Kota Surabaya 2020, dengan selisih sekitar 14 hingga 15 persen dari pasangan calon nomor urut 2 Machfud Arifin - Mujiaman, yang diusung koalisi delapan partai politik yaitu  PKB, PPP, PAN, PKS, Golkar, Gerindra, Demokrat dan NasDem. 
 
Video oleh Hanif Nashrullah

Baca juga: Unggul sementara versi hasil hitung cepat, Eri minta pendukung tak euforia berlebih

"Tidak usah terlalu euforia. Kita tidak perlu terlalu sombong. Tetap saja berjalan seperti biasa. Kita harus bersabar sambil menunggu hasil hitungan yang sesungguhnya dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Surabaya," tutur Armuji di Surabaya, Rabu malam.

Baca juga: Hitung cepat SSC: Eri Cahyadi-Armuji unggul 14,61 persen atas Machfud-Mujiaman
Baca juga: Erji unggul hasil hitung cepat, Risma minta warga Surabaya kembali bersatu


Armuji bersama Eri Cahyadi pada Rabu malam menyapa para pendukungnya di Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Surabaya. 

Senada dengan Armuji, Cawali Eri Cahyadi meminta segenap pendukungnya tidak menunjukkan euforia yang membuat pendukung dari pasangan calon lainnya merasa tersinggung dan terganggu.

"Kita jaga agar Kota Surabaya tetap kondusif. Saya berharap tidak ada lagi perpecahan di antara kita. Tidak ada benci di antara kita. Tidak ada lagi permusuhan antara pendukung pasangan calon nomor urut 1 dan 2," katanya. 

Baca juga: Cawali Surabaya Machfud Arifin minta semua pihak tunggu hasil resmi KPU

Bagi Eri Cahyadi, nantinya setelah hasil Pilkada Kota Surabaya 2020 secara resmi diumumkan oleh KPU, pendukung dari masing-masing pasangan calon menjadi sebuah keluarga besar. 

Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya berusia 43 tahun itu meyakini program dari masing-masing pasangan calon nomor urut 1 dan 2 sejatinya bertujuan sama, yaitu untuk membangun Kota Surabaya yang lebih maju.

Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026