PKK Kediri dorong ibu rajin bacakan cerita demi tumbuh kembang anak

id Tim Penggerak PKK Kota Kediri,kota kediri ,pemkot kediri

PKK Kediri dorong ibu rajin bacakan cerita demi tumbuh kembang anak

Kegiatan bercerita yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kota Kediri di Kediri, Jawa Timur. (Foto istimewa)

Karena ibu adalah contoh bagi anak-anaknya. Kalau ibu sering membaca dan menunjukkannya kepada anak, dengan otomatis anak akan menirunya. Selain itu, membiasakan anak setiap hari untuk membaca buku apapun sehingga anak dengan sendirinya akan terbiasa dan gemar membaca
Kediri (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong agar ibu rutin membacakan buku cerita demi mendorong tumbuh kembang menjadi lebih baik.

Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Kamis mengatakan membacakan buku cerita sangat baik guna menumbuhkan minat baca anak.

"Karena ibu adalah contoh bagi anak-anaknya. Kalau ibu sering membaca dan menunjukkannya kepada anak, dengan otomatis anak akan menirunya. Selain itu, membiasakan anak setiap hari untuk membaca buku apapun sehingga anak dengan sendirinya akan terbiasa dan gemar membaca," katanya. 

Ia mendukung penuh kegiatan yang digelar di Taman Posyandu di Kelurahan Jagalan Kota Kediri tersebut. Kegiatan itu tentunya bermanfaat terutama bagi ibu untuk memberikan ilmu baru, sehingga mereka bisa lebih kreatif memberikan edukasi pada anak-anaknya. 

Dirinya juga berharap kepada orang tua agar di umur anak yang biasa disebut golden age atau umur emas agar selalu memberikan gizi yang baik untuk anak dan beri contoh hal-hal yang baik demi tumbuh kembang anak yang lebih baik. 

Bunda Fey, sebutan akrabnya juga menambahkan dengan adanya posyandu berbagai hal seperti mengenai tumbuh kembang anak-anak bisa terdekteksi. Bila orang tua mengalami masalah untuk mendidik anak, bisa segera dikonsultasikan kepada tim, hingga ke tim medis baik yang ada di puskesmas ataupun rumah sakit agar mendapatkan pertolongan sejak dini. 

Lebih lanjut, Bunda Fey menjelaskan bahwa kegiatan posyandu tersebut sudah terintegrasi dengan pendidikan, sehingga harapannya posyandu bisa menjadi unit paling kecil yang bisa menjadi sarana untuk memonitor tumbuh kembang anak dan juga sarana edukasi. 

Untuk kader posyandu juga diharapkan memberikan penyuluhan yang tepat bagi orang tua yang membawa anaknya ke taman posyandu tersebut. Penyuluhan yang tepat itu seperti memberikan ASI eksklusif kepada anak sampai dengan enam bulan, dan selama enam bulan tersebut bayi tidak boleh diberikan makanan selain ASI. 

"Kadang yang dilakukan tidak tepat seperti saat anak masih bayi diberikan pisang kerok, padahal usia bayi masih di bawah enam bulan. Menurut penelitian Badan Kesehatan Dunia, tidak tepat karena usus anak belum siap untuk mencerna makanan," kata Bunda Fey. 

Sementara itu, dalam lomba tersebut diikuti para kader TP PKK Kota Kediri. Mereka juga saling unjuk kebolehan untuk dalam bercerita tentang dunia anak-anak. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar