Pemprov Jatim lakukan inovasi MTU demi turunkan pengangguran

id layanan inovasi MTU,angka pengangguran jatim,turunkan pengangguran jatim,Inovasi MTU pemprov jatim,layanan MTU gratis

Pemprov Jatim lakukan inovasi MTU demi turunkan pengangguran

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau stan di sela acara 'East Java Talent And Career Exhibition' di JX International Surabaya, Selasa (10/09/2019). (ANTARA/HO/Humas Pemprov Jatim)

Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan inovasi melalui mobile training unit (MTU) atau unit pelatihan bergerak sebagai bentuk layanan menurunkan pengangguran dan menjadikan angkatan kerjanya sebagai tenaga kerja berketerampilan.

"Karena diformat bergerak maka MTU ini mampu menjangkau desa-desa agar para angkatan kerja bisa memiliki keterampilan dan keahlian spesifik," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela acara East Java Talent And Career Exhibition di JX International Surabaya, Selasa.

Terdapat empat jenis layanan MTU gratis yang bisa dimanfaatkan masyarakat, yaitu MTU khusus pelatihan mesin, MTU khusus pelatihan kelistrikan, MTU khusus kerajinan tangan dan MTU khusus servis sepeda motor.

"Alat-alatnya portabel dan pelatihannya diberikan rata-rata 240 jam, ada yang sudah ditambah 280 jam. Tercatat, alumninya sudah bikin bengkel sendiri," ucapnya.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga memberikan layanan untuk pekerja migran, salah satunya dengan sistem informasi terpadu (Simpadu) untuk pekerja migran Indonesia (PMI).

Simpadu PMI yang mendapat apresiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi itu, kata dia, memberikan pelayanan publik yang bermanfaat dengan memutus mata rantai percaloan yang kerap terjadi.

"Kalau biasanya calon PMI memanfaatkan perantara (calo) mengurus berbagai kebutuhan dan persyaratan keberangkatan dengan mengeluarkan biaya Rp7 juta-Rp9 juta, tapi pakai Simpadu PMI ini tak ada biaya," kata Khofifah.

Sementara itu, East Java Talent And Career Exhibition menyediakan sebanyak 5.903 lowongan kerja dan ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja di Jatim secara maksimal dengan mempertemukan langsung perusahaan dengan calon tenaga kerja.

"Target RPJMD menargetkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi berseiring dengan menurunkan tingkat pengangguran terbuka yang hari ini terbanyak ada di lulusan SMK," katanya.

Karena itulah, lanjut dia, Pemprov Jatim menyiapkan program Millenial Job Center untuk memfasilitasi memberikan pelatihan bagi milenial dan memenuhi kebutuhan kebutuhan tenaga kerja.

Tak itu saja, ada juga program SMK Pengampu yang digagas untuk menyediakan fasilitas laboratorium, bengkel, studio bagi SMK yang sekarang sekitar 55 persennya belum dilengkapi fasilitas tersebut.
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar