Dispendikbud Situbondo berikan perhatian khusus guru bersedia mengajar di SDN Filial

id SDN Filial SDN 8 Curah Tatal,SDN Filial,Dispendikbud Situbondo,pendidikan situbondo

Dispendikbud Situbondo berikan perhatian khusus guru bersedia mengajar di SDN Filial

Siswa bermain di depan ruang kelas SD 'kelas jauh' (filial) Dusun Kerpang, cabang SDN 8 Curah Tatal, Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (10/8/2019). ANTARA FOTO/Seno/ama. (ANTARA FOTO/SENO)

Dua SDN Filial yang menginduk di SDN 8 Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Kami akan memberikan insentif Rp1.500.000 setiap bulannya
Situbondo (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan memberikan perhatian khusus kepada guru yang bersedia mengajar di dua SDN Filial yang menginduk di SDN 8 Curah Tatal.

Perhatian khusus di dua SDN Filial di Dusun Cobbu' dan Dusun Kerpang diberikan perhatian khusus, setelah diketahui siswa sekolah dasar di daerah terpencil itu tidak bisa belajar karena guru yang selama ini mengajar tak lagi mengajar.

"Dua SDN Filial yang menginduk di SDN 8 Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Kami akan memberikan insentif Rp1.500.000 setiap bulannya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Situbondo, Fathor Rachman saat dihubungi di Situbondo, Senin.

Selain akan memberikan insentif khusus, lanjutnya, pemerintah daerah setempat juga akan membangun sebuah ruang kantor dan ruang menginap guru, serta menyediakan sepeda trail, sebab di Dusun Kerpang dan Dusun Cobbu', Desa Curah Tatal, berada di daerah terpencil dan akses jalan sulit.

"Mengenai lokasi SDN Filial, medannya sangat sulit dan ada di pegunungan serta kanan-kiri aksesnya yang cukup terjal. Selain itu ke lokasi hanya bisa dilalui roda dua saja dan butuh sekitar dua jam untuk sampai kesana kalau dari Kecamatan Arjasa," paparnya.

Ia menjelaskan, di SDN 8 Curah Tatal  terdapat 12 guru dan tiga guru di antaranya merupakan PNS, sedangkan selebihnya masih berstatus guru tidak tetap (GTT) yang mendapat honor dari pemerintah Rp500.000 per bulan.

"Sebenarnya gurunya cukup, hanya tidak dikelola dengan baik dalam pembagian tugas mengajar, dan sehingga siswanya terbengkalai," kata Fathor Rachman.

Ia juga menyayangkan kinerja UPTD Dispendikbud wilayah Curah Tatal, karena semestinya permasalahan SDN Filial tersebut sudah berlangsung sejak lama dan siswa belajar hanya seminggu sekali tanpa guru.

"Kontrol yang dilakukan pejabat ataupun staf di lapangan yang punya tanggungjawab wilayah tersebut itu kurang," ucapnya.

Sebelumnya,  Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menyatakan telah mencopot jabatan Kepala Sekolah SDN 8 Curah Tatal, karena dinilai lalai dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah yang menyebabkan siswa SDN Filial Dusun Kerpang terlantar tak bisa belajar karena guru di sekolah terpencil itu tak lagi mengajar.

Bupati Situbondo secara resmi telah menandatangani pencopotan Kepala Sekolah SDN 8 Curah Tatal, Mujiono dari jabatannya dan mengganti kepala sekolah yang baru.

SDN Filial Kerpang memiliki 16 siswa yang merupakan siswa kelas I sampai VI dan SDN Filial Cobbu' memiliki 23 siswa mulai kelas I sampai kelas VI. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar