Pemkot Surabaya siapkan rusun untuk korban kebakaran Bulak Rukem

id kebarakan bulak rukem,pemkot surabaya,risma,rusun

Pemkot Surabaya siapkan rusun untuk korban kebakaran Bulak Rukem

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengunjungi para korban kebakaran di Bulak Rukem, Bulak, Kota Surabaya, Sabtu (13/4). (istimewa)

Kami sudah menyiapkan rusun untuk para korban kebakaran
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan Rumah Susun Tambak Rejo untuk para korban yang rumahnya mengalami kebakaran di Jalan Bulak Rukem Timur Gang II F, Kelurahan/Kecamatan Bulak, Kota Pahlawan, Jawa Timur pada Kamis (12/4).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto, di Surabaya, Minggu, mengatakan pihaknya membantu evakuasi pindahan para korban kebakaran ke rumah susun (rusun) terdekat. 

"Kami sudah menyiapkan rusun untuk para korban kebakaran," katanya. 

Selain bantuan berupa rusun, lanjut dia, pihaknya juga memberikan bantuan berupa pakaian, selimut, dan sarung. Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan berupa sepeda, untuk alat transportasi bagi anak-anak korban kebakaran untuk bersekolah.

Menurut dia, pihaknya sudah menanyakan kepada tujuh korban kebakaran ternyata semua barang yang ada di rumahnya terbakar semua dan tidak ada yang tersisa. Untuk saat ini, lanjut dia, para korban tinggal di posko yang disediakan Pemkot Surabaya. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya pada kunjungannya ke posko korban kebakaran, Sabtu (13/4) juga menyampaikan kesediaannya membantu para korban agar mendapatkan tempat tinggal layak huni. 

Ia menyampaikan tanah bangunan yang ditempati oleh korban kebakaran merupakan bukan hak milik, sehingga lebih efektif jika korban dipindahkan ke rusun. Tetapi jika bangunan mereka hak milik, Wali Kota Risma bersedia membantu melalui Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK).
 
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut adalah warga memasak lontong dengan menggunakan tungku sehingga mengakibatkan sejumlah rumah terbakar.
 
Irvan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bersama bagi semua, untuk lebih berhati-hati dan mengantisipasi bahaya kebakaran. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya bakal terus mengadakan simulasi dan sosialisasi bahaya kebakaran untuk wilayah-wilayah padat penduduk.
 
"Kami tumbuhkan kesadaran kepada warga tentang bahaya kebakaran dengan simulasi dan sosialisasi di tingkat RT dan RW khususnya kawasan padat penduduk," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar