PWI-PDAM Diskusikan Masalah Ketersediaan Air Baku Permukaan di Malang Raya

id PDAM Kab malang, air permukaan, pwi malang,air baku permukaan,pdam kabupaten malang,air pdam,air baku

PWI-PDAM Diskusikan Masalah Ketersediaan Air Baku Permukaan di Malang Raya

Dirut PDAM Kabupaten Malang Syamsul Hadi (tengah pakai batik biru putih) berfoto bersama usai Diskusi Penyediaan Air baku Permukaan di Malang Raya di Kantor PDAM setempat, Kamis (14/2) (Endang Sukarelawati)

Penggunaan air permukaan dan bagaimana agar ketersediaan air bersih itu tetap terjaga, sungai dan bendungan bisa menjadi pontesi besar untuk memenuhi ketersediaan air baku tersebut, tidak hanya untuk masyarakat (pelanggan) Kabupaten Malang saja, tetapi juga Kota Malang dan Batu,
Malang (Antaranews Jatim) - Prsatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang bersinergi membahas masalah penyediaan air baku permukaan untuk melayani pelanggan yang ada di wilayah Malang raya.
       
Pembahasan yang dihadriri Dirut PDAM Kabupaten Malang Syamsul Hadi beserta jajaran dan Ketua PWI Ariful Huda bersama pengurus dan anggotanya tersebut, dikemas dalam diskusi bertajuk "Penyediaan Air Baku untuk Wilayah Malang raya" di Kantor PDAM Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis.
      
Dalam paparannya Syamsul menyampaikan  untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan akan air bersih masyarakat yang terus meningkat, harus ada terobosan dan program jangka panjang.
       
"Penggunaan air permukaan dan bagaimana agar ketersediaan air bersih itu tetap terjaga, sungai dan bendungan bisa menjadi pontesi besar untuk memenuhi ketersediaan air baku tersebut, tidak hanya untuk masyarakat (pelanggan) Kabupaten Malang saja, tetapi juga Kota Malang dan Batu," ucapnya.
       
Ia mengemukakan saat ini PDAM Kabupaten Malang mengelola sumber air sebanyak 67 titik yang tersebar di seluruh wilayah Malang raya. "Akan tetapi, sampai sekarang yang menggunakan air permukaan hanya 3 titik, sehingga potensi masih sangat besar untuk dimanfaakan," kata Syamsul.
       
Namun demikian, lanjut Syamsul, edukasi kepada masyarakat terkait upaya menjaga kelestarian air dan menghemat penggunaan air perlu terus dilakukan secara intensif, artinya tidak menggunakan air dengan seenaknya ( (boros air).
      
Menyinggung cakupan layanan air bersih warga Kabupaten Malang yang didistribusikan PDAM setempat, Syamsul mengatakan tinggal 6 persen lagi untuk menuju 100 persen pada tahun 2025.
      
"Pemenuhan layanan air bersih kepada pelanggan (masyarakat) di daerah ini ditangani oleh tiga instansi, yakni PDAM dengan cakupan layanan 40 persen, Dinas Kesehatan 20 persen dengan sumur bor, dan Dinas Cipta Karya 40 persen melalui program air perpipaan Himpunan Pemakai Air Minum (Hipam)," tuturnya.
      
Untuk PDAM, cakupan layanan air bersih kepada masyarakat sampai akhir 2018 mencapai 34 persen dengan jumlah pelanggan mencapai 120.000 satuan sambungan rumah atau SR," kata Syamsul.
      
Oleh karenanya, kata Syamsul, masih butuh waktu cukup lama untuk bisa mencapai cakupan 100 persen, sebab setiap tahun kemampuan PDAM dalam penyediaan air bersih perkotaan kepada masyarakat hanya 1 persen dengan tambahan jumlah pelanggan sekitar 6.000 SR/tahun.
       
Tahun ini, kata dia, PDAM Kabupaten Malang menargetkan ada tambahan 6.000 pelanggan baru. Dari jumlah itu, 5.000 SR akan diikutkan program air untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sedangkan sisanya untuk pelanggan konvensional.
       
Sementara itu, Ketua PWI Malang raya M Ariful Huda mengatakan diskusi itu bisa menambah pengetahuan dan wawasan para wartawan, termasuk yang berkaitan dengan kondisi terkini air baku di Malang raya. “Harapan kami,  wartawan tidak hanya bisa menulis, tetapi mampu memberikan wawasan, pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat tentang air baku ini," kata Arif.*
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar