Atlet dari Delapan Negara Ikut Kejuaraan Internasional Memanah Berkuda (Video)

id kejuaraan panahan berkuda, memanah,1st International Horseback Archery Indonesia,Panahan berkuda,ponpes temboro

Atlet dari Delapan Negara Ikut Kejuaraan Internasional Memanah Berkuda (Video)

Atlet panahan berkuda mengikuti kejuaraan internasional memanah dengan naik kuda "1st International Horseback Archery Indonesia" di lapangan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur, Minggu (11/11/2018). (Antara Jatim/Siswowidodo)

Kami ingin melestarikan olahraga memanah berkuda, karena sejak dulu di negeri kita ini sebenarnya banyak orang-orang yang pandai berkuda dan memanah
Magetan (Antaranews Jatim) - Sebanyak 42 atlet panahan dari delapan negara mengikuti kejuaraan internasional memanah dengan naik kuda "1st International Horseback Archery Indonesia" di lapangan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (10/11) dan Minggu.

"Kejuaraan internasional memanah dengan naik kuda dalam menyambut Hari Pahlawan ini dimaksudkan memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara saudara-saudara kita umat Islam, juga ukhuwah insaniyah sesama hamba Allah. Peserta-peserta nonmuslim pun datang, kita terima," sebut Ketua Panitia Kejuaraan M. Muzzamil Thohir di Magetan, Minggu.

Menurut dia, delapan negara yang atletnya ambil bagian adalah Indonesia, Malaysia, Rumania, Kuwait, Afrika Selatan, Thailand, Turki, dan Singapura.

Melalui kejuaraan ini, tambahnya, Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro ingin melestarikan olahraga yang sejak dulu telah menjadi kegemaran para pahlawan.

"Kami ingin melestarikan olahraga memanah berkuda, karena sejak dulu di negeri kita ini sebenarnya banyak orang-orang yang pandai berkuda dan memanah, seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol juga pandai berkuda dan memanah," ujarnya.

Ia berharap olahraga memanah dengan naik kuda bisa menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi pada Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan tingkat internasional.

"Targetnya mudah-mudahan cabang panahan berkuda bisa menjadi olahraga nasional, sehingga bisa menjadi cabang baru di PON, syukur bisa sampai SEA Games maupun Asian Games," katanya.

Dia berharap nantinya muncul atlet-atlet panahan berkuda yang mahir dari Indonesia, seperti di beberapa negara yang telah mengembangkan cabang olahraga tersebut.

"Harapan kita bisa muncul atlet-atlet yang mahir seperti di Korea, Turki, Hongaria, Polandia yang memiliki banyak atlet panahan berkuda," ucapnya.

Seorang peserta dari Persatuan Pemanah Berkuda Indonesia (Perdana) Jawa Timur Dwi Priyo Surahman mengatakan sudah empat kali mengikuti kejuaraan panahan berkuda di Ponpes Temboro, Magetan.

"Saya sudah empat kali mengikuti lomba panahan berkuda di Temboro, yang tiga kali sebelumnya tingkat nasional. Tapi, setiap tahun lintasan selalu berbeda-beda. Tahun ini lintasannya yang paling menantang," kata dia. (*)

Video Oleh Siswowidodo
 
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar