Polisi Olah TKP Jatuhnya Penonton Drama Kolosal di Surabaya

id Penonton jatuh, penonton drama kolosal keserempet kereta api, polretabes surabaya, surabaya membara

Polisi Olah TKP Jatuhnya Penonton Drama Kolosal di Surabaya

Lokasi kejadian pascaperistiwa jatuhnya penonton drama kolosal Surabaya Membara dari viaduk di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat malam. (Willy Irawan)

Kelalaian penonton. Sejauh ini kami belum menemukan indikasi itu (kalalaian panitia, Red), nanti kita lakukan pendalaman. Ini memang ada perlintasan kereta api tapi mereka tidak melihat dari situ
Surabaya (Antaranews Jatim) - Polrestabes Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab jatuhnya penonton drama kolosal Surabaya Membara dari viaduk di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat malam.

"Kami baru selesai melakukan olah TKP di rel atas ini, di mana telah terjadi laka lereta api yang diperkirakan dua orang meninggal dunia, enam orang luka-luka karena terjatuh," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di lokasi kejadian.

Jika dilihat dari kondisinya, kata Rudi jembatan ini seharusnya tidak ada penonton sehingga tidak ada korban ketika kereta api melintas.

"Saat kejadian itu ada kereta barang yang berjalan dari timur ke barat. Kita lagi cek kereta apa. Siapa masinisnya. Tapi korban yang meninggal itu satu perempuan dan satu laki laki," tuturnya.

Rudi mengatakan keseluruhan korban saat ini telah dibawa ke rumah sakit PHC dan RSUD dr Soetomo, termasuk beberapa petugas BPB Linmas Kota Surabaya sudah berada di kamar jenazah RSUD dr Soetomo.

Disinggung jatuhnya korban dikarenakan terlalu penuhnya penonton drama, polisi dengan tiga melati di pundak itu membantahnya. Dia menyebut kejadian murni penonton karena penonton yang salah mengambil tempat.

"Kelalaian penonton. Sejauh ini kami belum menemukan indikasi itu (kalalaian panitia, Red), nanti kita lakukan pendalaman. Ini memang ada perlintasan kereta api tapi mereka tidak melihat dari situ," ucapnya.

Dia mengungkapkan, panitia sebenarnya sudah ada imbauan supaya di jalur kereta api tidak ada aktivitas bukan jalur orang beraktivitas.(*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar