Pelaku Usaha Lestarikan Batik Indonesia

id Batik Bantengan,Batik Kota Batu,lestarikan batik,batik indonesia

Pelaku Usaha Lestarikan Batik Indonesia

Salah satu motif kain batik Indonesia. (9/11/2018) (Vicki Febrianto)

Kota Batu (Antaranews Jatim) - Para pelaku usaha berupaya untuk melestarikan batik Indonesia, khususnya yang berasal dari wilayah Kota Batu, Jawa Timur, dengan mengadakan peragaan busana batik yang memberikan kesempatan kepada tujuh desainer untuk memamerkan hasil karyanya.

Mall Direktur Lippo Plaza Batu Dendy Iswahyudi mengatakan bahwa, gelaran tersebut mengusung tema "Sepuhan Sapto Arupo Batik Nuswantoro" yang berarti Sentuhan Tujuh Rupa Batik yang mendekati kesempurnaan dan diharapkan, masyarakat bisa melestarikan budaya Indonesia tersebut.

"Kita ingin melestarikan budaya batik, jangan sampai batik menjadi rebutan. Menurut kita, dengan kita semakin mencintai batik, maka kita akan mengaplikasikan dalam setiap kehidupan kita," kata Dendy, di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat.

Gelaran peragaan busana batik tersebut, merupakan rangkaian dari perayaan tujuh tahun Lippo Plaza Batu. Diharapkan, masyarakat Kota Batu bisa lebih mengenal berbagai model dan macam kain batik, khususnya yang berasal dari daerahnya sendiri.

Salah satu desainer yang akan mendapatkan kesempatan untuk tampil pada peragaan busana tersebut adalah Anjani Sekar Arum. Batik Anjani, diyakini sebagai salah satu batik yang memiliki ciri khas Kota Batu, dengan mengadopsi kesenian Bantengan asal kota tersebut.

Batik Bantengan yang diklaim hanya ada di Indonesia tersebut, memiliki banyak filosofi. Daun sirih dan kembang tujuh rupa menjadi pelengkap motif bantengan. Sementara dalam kesenian Bantengan, terdapat macan, monyet, dan alat musik gendang yang juga dijadikan sebagai pelengkap.

"Batik Bantengan memang sudah kita yakini sebagai batik yang menjadi ciri khas Kota Batu, yang diadopsi dari kesenian Bantengan," kata Dendy.

Beberapa desainer lain yang akan mengisi gelaran tersebut antara lain adalah, Panda Leticia, Melati Qoirunissa, Dorothy Soeryo, dan lainnya.(*)

Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar