Situbondo (Antaranews Jatim) -  Ratusan warga bersama seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggelar doa bersama usai shalat dzuhur berjamaah di Masjid Agung Al-Abror, pascagempa bumi bermagnitudo 6,3 di Kota Santri itu.

"Doa bersama dilakukan untuk memohon perlindungan Allah SWT dan memohon dijauhkan dari segala bencana dan berharap tidak adanya gempa susulan," kata Wakil Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi di sela-sela doa bersama di Situbondo, Kamis.

Ia mengajak semua ASN beserta masyarakat ikut doa bersama yang tujuannya memohon perlindungan Allah SWT. Karena melalui doa inilah jalan satu-satunya agar Situbondo selamat dari bencana.

Sedangkan shalat dzuhur berjamaah sendiri, katanya, menjadi peraturan di lingkungan Pemkab Situbondo, di mana seluruh ASN diwajibkan menunaikan shalat dzuhur berjamaah, termasuk mengikuti doa bersama.

"Dengan menggelar doa bersama ini, harapan kami tidak ada lagi gempa susulan," tuturnya.

Sementara Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Situbondo Hamid Jauharul Fardi mengemukakan bahwa MUI dan Pemkab Situbondo sengaja mengajak ASN dan masyarakat berdoa bersama memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah.

"Tentunya doa bersama ini juga mendoakan saudara kita yang tertimpa musibah bencana gempa bumi di Pulau Sapudi, Lombok, Donggala dan Palu," katanya.

Sebelumnya, pada Kamis dini hari pukul 01.44 WIB, gempa mengguncang Situbondo dan sekitarnya dengan kekuatan gempa yang mencapai 6,3 SR membuat warga panik dan khawatir terjadi gempa susulan.

Titik gempa bumi yang terletak di timur laut Situbondo ini juga dirasakan hampir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, dan bahkan gempa bumi menelan kirban jiwa di Pulau Sapudi, Sumenep. (*)

Baca juga: BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa di Situbondo
Baca juga: Tiga Orang Meninggal akibat Gempa Bumi di Jatim
Baca juga: Sejumlah Rumah Warga Jember Rusak akibat Gempa (Video)


Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026