Banyuwangi (ANTARA) - Tiga kapal feri perbantuan dioperasikan untuk mengurai antrean panjang di pelabuhan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Pelabuhan Gilimanuk (Bali) menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat atau TBB.

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Banyuwangi, Media Syahrianto menjelaskan tiga kapal bantuan dioperasikan dengan menerapkan skema TBB untuk mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu sandar kapal.

"Skema TBB ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan sekaligus mempercepat pergerakan kendaraan secara bertahap," katanya dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.

Menurut Media, tiga kapal feri berkapasitas besar itu yakni KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk (Bali), sedangkan KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di Dermaga LCM (Ketapang/Banyuwangi).

"Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap," ujarnya.

Media mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk menyesuaikan rencana perjalanan dan mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang dari kondisi normal.

Selain itu, lanjutnya, pengguna jasa diharapkan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran, ketertiban, dan keselamatan selama proses antrean dan penyeberangan.

Ia juga memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tidak perlu khawatir apabila terjadi penyesuaian waktu keberangkatan akibat kondisi kepadatan.

Dalam kondisi force majeure, katanya, tiket yang telah dimiliki pengguna jasa tetap akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami memahami kondisi ini dapat berdampak pada perjalanan masyarakat, oleh karena itu kami meminta pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, dan kami memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang dan tidak perlu khawatir tiketnya hangus," tutur Media.

Informasi diperoleh, tercatat sebanyak 25 unit kapal feri berkapasitas besar termasuk tiga kapal perbantuan dioperasikan untuk mempercepat pergerakan kendaraan serta menjaga kelancaran layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk itu.

Sejak lebih dari sepekan, arus lalu lintas jalan raya pantura dari arah Situbondo ke Pelabuhan Ketapang mengalami kemacetan panjang seiring meningkatnya volume kendaraan logistik, serta pengerjaan peningkatan kapasitas dermaga di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

 



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026