Langkah Kwik Kian Gie Dinilai Jadi Perpanjangan Tangan Partai

id Kwik kian Gie, Prabowo-Sandiaga,Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah , rabowo

Langkah Kwik Kian Gie Dinilai Jadi Perpanjangan Tangan Partai

Kwik Kian Gie (Antara/galih Pradipta)

Jakarta (Antaranews jatim) - Langkah kader senior PDI Perjuangan Kwik Kian Gie yang disebut akan bergabung di Tim Pemenangan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo-Sandi dinilai dapat menjadi perpanjangan tangan partai untuk menyampaikan gagasan besar dalam membangun negeri.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah mengatakan hal itu di Jakarta, Jumat, menanggapi pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut, Kwik Kian Gie akan bergabung di Tim Pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai penasihat dan tim pakar ekonomi.

Menurut Ahmad Basarah, PDI Perjuangan tidak mempersoalkan jika benar Kwik Kian Gie akan bergabung dengan Tim Pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. "Hal itu adalah hak demokrasi Pak Kwik untuk menentukan pilihan politiknya," ucapnya.

Menurut dia, pada kenyataannya cukup banyak kade-kader berkualitas di PDI Perjuangan, sehingga PDI Perjuangan yang demikian besar, masih belum mampu menampung aktualisasi kader-kadernya yang berkualitas seperti Kwik Kian Gie. "Tidak  ada yang salah dengan keputusan Kwik Kian Gie, jika benar apa yang disampaikan Prabowo," kata Basarah.

Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan, langkah Kwik tersebut akan semakin menambah ruang aktualisasi jiwa-jiwa pejuang yang ingin berkiprah di negeri ini.

PDI Perjuangan kata dia, bangga karena Kwik pernah tumbuh dan besar bersama PDI Perjuangan, sehingga akan mampu menjadi perpanjangan tangan partai untuk menyampaikan sikap ideologis dan gagasan besar untuk membangun negeri melaui parpol lain.

Kwik Kian Gie pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Koordinator Ekonomi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid tahun 1999 - 2000, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas pada pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2001 - 2004.

Menurut Basarah, PDI Perjuangan terlihat seperti fenomena gunung es yang masih banyak menyimpan kader-kader berkualitas, tetapi belum mendapatkan ruang aktualisasi. Kebebasan untuk berpolitik dan memilih ruang aktualisasi diri, kata dia, adalah juga bagian dari demokrasi yang sesungguhnya.

"Tidak ada yang melarang. Justru ini menjadi sumbangsih PDI Perjuangan dalam mencetak kader-kader politik yang berkualitas dan berintegritas," ujarnya.

Basarah menambah, PDI Perjuangan menitipkan kader-kader berkualitasnya di parpol lain, semoga menjadi energi positip bagi perjuangan pembangunan bangsa ini. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar