Gus Ipul: Masyarakat Jangan Kalah Hadapi Terorisme

id cagub jatim,gus ipul,bom surabaya,terorisme

Gus Ipul: Masyarakat Jangan Kalah Hadapi Terorisme

Cagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di sela mengunjungi keluarga almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban insiden ledakan bom, di kawasan Kertajaya Surabaya, Kamis (17/5). (Foto Istimewa)

Mari rapatkan barisan, satukan sikap dan jangan sampai kalah dengan terorisme
Surabaya (Antaranews Jatim) - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan jangan sampai kalah menghadapi segala bentuk ancaman terorisme dengan cara merapatkan barisan antarlapisan masyarakat.

"Mari rapatkan barisan, satukan sikap dan jangan sampai kalah dengan terorisme," ujarnya di sela keluarga almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban insiden ledakan di kawasan Kertajaya Surabaya, Kamis.

Bayu adalah relawan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di kawasan Ngagel yang saat serangan bom Minggu (13/5) turut menjaga keamanan gereja.

Menurut Gus Ipul, untuk mencegah terjadinya radikalisme dan munculnya terorisme di tengah lingkungan masyarakat maka diperlukan juga kepedulian antarwarga.

Wagub Jatim dua periode yang sedang izin cuti karena mengikuti kampanye itu mengaku pernah pernah memiliki program dan meluncurkan gerakan peduli tetangga pada dua tahun lalu yang awalnya diharapkan menjadi solusi menyelesaikan masalah sosial di lingkungan tempat tinggal.

Gerakan ini, kata dia, bertujuan menyikapi semakin lunturnya perhatian dan kepedulian terhadap sesama, khususnya tetangga di lingkungan sekitar tentang kepedulian antartetangga yang dinilai semakin menipis.

"Selain meningkatkan kepedulian, program ini juga sekaligus menjadi ajang untuk mencegah teror sehingga melakukan tindak pencegahan. Caranya, apabila ada hal-hal yang mencurigakan, bisa melaporkan kepada aparat," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang Ketua PBNU itu turut berduka cita terhadap seluruh korban jiwa yang merupakan masyarakat sipil dan berharap tak ada lagi peristiwa serupa.

Khusus kepada almarhum Bayu, pasangan Puti Guntur Soekarno tersebut mengapresiasinya dan menyebutnya sebagai pahlawan karena berusaha menghentikan laju kencang sepeda motor yang ditumpangi pelaku pembawa bom.

"Sesaat kemudian, bom meledak keras dan merenggut nyawa kedua pelaku dan Bayu, serta membuat korban-korban lain luka-luka. Kalau tidak dihadang Bayu, bisa diduga korbannya akan lebih banyak lagi," katanya.

Selain mengunjungi keluarga Bayu Wardhana, Gus Ipul juga mengunjungi korban-korban meninggal dunia di rumah duka Adi Jasa di kawasan Jalan Demak Surabaya.

Begitu juga terhadap sejumlah korban luka yang telah dijenguknya di RSUD dr Soetomo beberapa hari lalu sekaligus memberikan suntikan moral dan doa agar kuat menghadapi cobaan serta segera pulih dan menjalankan aktivitasnya kembali. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar