KPU Kota Madiun Libatkan Ketua RT/RW Sosialisasikan Pilkada

id Pilkada serentak 2018,pilkada serentak,Pilkada Madiun,KPU Kota Madiun,relawan demokrasi,sosialisasi pilkada

KPU Kota Madiun Libatkan Ketua RT/RW Sosialisasikan Pilkada

Ilustrasi Pilkada Serentak 2018 (Abdullah Rifai)

Madiun (Antaranews Jatim) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun melibatkan ketua RT/RW se-Kota Madiun dalam melakukan kegiatan sosialisasi Pilkada Serentak tahun 2018 guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut.

"Ketua RT/RW yang dilibatkan ini diminta untuk terus memberikan sosialisasi tahapan Pilkada Serentak 2018 dalam forum-forum warga, termasuk soal Pilkada Kota Madiun 2018," ujar Ketua KPU Kota Madiun Sasongko di Madiun, Selasa.

Menurut dia, dengan sering mendapatkan informasi tentang pilkada, pengetahuan warga akan tahapan pilkada akan bertambah.

"Dengan pengetahuan yang bertambah, diharapkan minat warga untuk datang ke TPS dan berpartisipasi menyalurkan hak pilihnya pada pilkada serentak 27 Juni akan meningkat," kata dia.

Adapun, KPU setempat menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2018 di Kota Madiun mencapai 77,5 persen seiring gencarnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU setempat.

Target tersebut dinilai tidak berlebihan mengingat tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 yang tercatat di KPU Kota Madiun mencapai 74 persen.

Untuk itu, pihaknya terus intensif melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang tahapan pilkada. Selain ketua RT/RW, sosialisasi yang dilakukan KPU juga melibatkan anggota relawan demokrsai (relasi) yang telah dibentuk.

Adapun, anggota relawan demokrasi akan bertugas melakukan sosialisasi tahapan pilkada di masing-masing segmen pemilih yang ada. Di antaranya segmen pemilih pemula, segmen agama, segmen perempuan, segmen penyandang cacat, dan segmen marginal.

Diharapkan, dengan peran petugas relasi, tingkat parisipasi warga Kota Madiun dalam menyalurkan hak pilih akan meningkat.

Selain itu, peran relasi juga diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi dan pilkada yang menurun, terlebih pada kalangan pemilih pemula. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar