Dua Hari Menjabat, Pembantu Keamanan Wapres AS mundur

id Mike Pence, Gedung Putih

Dua Hari Menjabat, Pembantu Keamanan Wapres AS mundur

Republican U.S. presidential candidate Donald Trump (R) shakes hands with Indiana Governor Mike Pence (L) before addressing the crowd during a campaign stop at the Grand Park Events Center in Westfield, Indiana, July 12, 2016. REUTERS/John Sommers II

Washington (Antaranews Jatim/Reuters) - Pembantu keamanan nasional baru untuk Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengundurkan diri pada Minggu, hanya dua hari setelah secara resmi ditunjuk untuk jabatan itu.

Undur diri tersebut terjadi setelah pembahasan rahasia Gedung Putih menjadi berita utama, kata pejabat Gedung Putih.

Penunjukan Jon Lerner ke dalam kelompok Pence adalah salah satu jabatan personel sangat singkat di Gedung Putih, yang belakangan dikenal atas pergantian staf akibat gejolak dan pertikaian internal, serta menjadi peristiwa pertama untuk menutupi wakil presiden, yang bekerja keras untuk terhindar dari drama itu.

Kantor Pence mengumumkan pada Jumat bahwa Jon Lerner, pembantu senior untuk Duta Besar AS di PBB Nikki Haley, akan menjadi penasihat utama Pence mengenai masalah kebijakan luar negeri. Lalu, pada Minggu malam, kantor wakil presiden mengeluarkan pernyataan kedua bahwa Lerner ditarik.

Masalah itu memuncak pada Jumat, ketika Pence dan staf seniornya berada dalam penerbangan delapan jam ke Peru untuk menghadiri KTT Amerika.

Menurut pejabat Gedung Putih, Presiden Donald Trump menjadi marah ketika diberitahu kesalahan bahwa Lerner sebelumnya adalah seorang "Never Trumper", istilah untuk menggambarkan pendukung Partai Republik anti-Trump.

Lerner telah mendukung Senator Republik Marco Rubio selama perlombaan utama untuk memilih kandidat partai menjelang pemilihan presiden 2016.

Pence menelepon Trump dan membereskan ketegangan, kata pejabat itu. Tapi drama yang berumur pendek mencuat ke publik pada hari Minggu dalam laporan oleh Axios, yang mengatakan bahwa Trump pada awalnya mengatakan kepada kepala stafnya, John Kelly, untuk membatalkan pengangkatan dan mempertanyakan mengapa Pence membuat pilihan.

Lerner kemudian menawarkan untuk mundur pada Minggu malam "demi meminimalkan jumlah konflik dan drama internal," kata pejabat Gedung Putih, dan Pence pun memutuskan bahwa itu adalah pilihan terbaik.

Untuk selanjutnya, Lerner akan terus bekerja untuk Haley, kata pejabat itu.
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar