Kami sengaja mengadakan kegiatan ini, dengan harapan yang bersangkutan segera ditemukan

Blitar (Antaranews Jatim) -  Seorang pelajar yang sengaja terjun ke sungai, di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, hingga kini belum ditemukan. 

Sementara itu, pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, tempat sekolah pelajar itu melakukan doa bersama dengan harapan korban segera ditemukan. 

"Kami sengaja mengadakan kegiatan ini, dengan harapan yang bersangkutan segera ditemukan," kata Kepala SMPN 3 Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar Heri Sasmito di Blitar, Rabu.

Ia mengatakan, pihak sekolah memang sengaja memanggil orangtua Ariang untuk keperluan klarifikasi terkait dengan adanya surat yang masuk ke kantor. Isi surat tersebut menuliskan tentang perubahan sikap yang dialami pelajar tersebut.

Pelajar itu disebut sering pulang malam, hobi bernyanyi, serta sering pulang dengan teman perempuan. Di surat tersebut, dituliskan bahwa keluarga sangat berharap agar Ariang bisa kembali menjadi anak yang lebih baik lagi dan rajin belajar.

Heri juga menampik pemanggilan itu terkait dengan aksi merokok yang dilakukan pelajar. Pemanggilan orangtua terkait dengan pelajar yang ketahuan merokok ditujukan untuk pelajar lainnya. Untuk pemanggilan orangtua Ariang dilakukan dengan jam pemanggilan yang berbeda.

Heri hanya menegaskan, jika ingin klarifikasi dengan orangtua Ariang terkait dengan adanya surat yang masuk ke kantor.

"Kalau panggilan itu terkait dengan surat, bahwa ia (korban) mengalami perubahan kebiasaan. Kemudian di surat itu, meminta sekolah agar membina menjadi lebih baik. Sekolah hanya ingin klarifikasi apa betul. Korban juga tidak kaitannya dengan merokok," katanya.

Sementara itu, sejumlah teman korban mengatakan Ariang adalah teman yang baik. Ia juga akrab dengan semua temannya, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, ia memang terlihat lebih kalem ketimbang teman laki-laki lainnya.

"Ia baik, berteman dengan siapa saja. Namun, seringnya dengan teman perempuan," kata Vanesa, salah seorang teman korban.

Sebelumnya, seorang pelajar putra nekat terjun ke sungai di sekitar Jembatan Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (9/1). Ia nekat meloncat setelah sebelumnya pihak sekolah memanggil orangtua bersangkutan ke sekolah.

Tim gabungan dari Polresta Blitar, BPBD serta Basarnas juga berupaya untuk mencari korban dengan menelusuri sepanjang aliran sungai dekat jembatan tersebut. Pencarian sempat dihentikan, karena cuaca sudah malam. Pencarian akhirnya dilanjutkan, namun hingga kini korban juga belum ditemukan.  (*) 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026