berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gresik, jumlah rumah keluarga miskin kategori kumuh sekitar 2.500 rumah.
Gresik (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur menargetkan tidak ada rumah kumuh di wilayah setempat pada tahun 2021, dengan terus mendata dan melakukan rehabilitasi rumah kumuh secara bertahap.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Gresik, Suyono di Gresik, Jumat mengatakan pihaknya kini sedang mendata ulang keberadaan rumah kumuh di wilayah setempat. 

"Tujuannya agar tidak ada yang terlewat untuk perbaikan di tahun 2018," katanya.

Dikatakannya, berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gresik, jumlah rumah keluarga miskin kategori kumuh sekitar 2.500 rumah.

Dan sampai akhir 2017, ditarget 760 rumah kumuh akan diperbaiki atau sekitar 30 persennya.

"Kemarin Bupati Gresik, Dr Sambari Halim Radianto menyerahkan bantuan pemugaran rumah keluarga miskin kepada 236 penerima," katanya.

Suyono mengatakan, saat ini tim sedang menelisik atau melihat kembali rumah-rumah yang belum layak huni, sehingga diharapkan segera mendapat dana pemugaran. 

"Intinya semua rumah kumuh yang tidak layak huni bisa diberi bantuan dana pemugaran," kata Suyono, menegaskan.

Dengan adanya target pemugaran setiap tahun, diharapkan sampai usai masa baktinya bupati nanti yaitu pada tahun 2021, keberadaan rumah kumuh bisa dihilangkan.

“Saya berharap, rumah yang kumuh dan tidak layak huni semuanya sudah diperbaiki sesuai standar kesehatan," kata Suyono.(*)



Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026