"Akad atau perjanjian di bank syariah cukup banyak. Sayangnya belum semua masyarakat tahu bentuk perjanjian itu. Diperlukan edukasi yang masif agar masyarakat lebih mengenal. Kami pun berinisiatif membuat kartu Si-Akad ini," kata dia.Surabaya (Antara Jatim) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Jurusan Perbankan Syariah
Fakultas Agama Islam membuat kartu permainan yang dinamakan kartu
Si-Akad guna mengedukasi masyarakat terutama anak-anak tentang keuangan
syariah.
"Kartu Si-Akad dibuat untuk mengenalkan perjanjian-perjanjian yang
ada di bank syariah," kata mahasiswa UMS Surabaya Amirrudin di sela
acara memomulerkan keuangan syariah di kampus setempat, Kamis.
Dia mengatakan, kartu ini dia buat bersama enam orang mahasiswa UM
Surabaya lainnya yakni Kholifatu Azqiya, Febriyanti S, Fidiyawati, Elly
Nur R, Laily Nur R, dan Nilna Alfiani S.
"Akad atau perjanjian di bank syariah cukup banyak. Sayangnya belum
semua masyarakat tahu bentuk perjanjian itu. Diperlukan edukasi yang
masif agar masyarakat lebih mengenal. Kami pun berinisiatif membuat
kartu Si-Akad ini," jelasnya.
Si-Akad dibuat 10 lembar. Tiap kartu berisikan gambar, sementara
sisi lainnya berupa penjelasan gambar. Jumlahnya ini menyesuaikan dengan
akad yang ada di bank syariah.
Amirrudin mencontohkan beberapa bentuk akad, pertama murabahah.
Akad ini berupa perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah. Bank
syariah membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya
kepada nasabah yang bersangkutan.
Ada lagi akad salam. Akad ini berupa transaksi jual beli di mana
barang yang diperjualbelikan belum ada, oleh karena itu barang
diserahkan secara tangguh sedangkan pembayaran dilakukan tunai.
"Ada lagi akad zakat, menabung, mudharabah, istishna`, dan lain-lain," kata mahasiswa semester lima ini.
Mahasiswa yang membuat Si-Akad lain, Kholifatu Azqiya menambahkan,
cara memainkan Si-Akad cukup mudah. Pertama kartu dikocok, selanjutnya
mengambil salah satu kartu. Kartu yang diambil ini kemudian dijelaskan
kepada para pemain.
"Permainan ini ditujukan kepada anak usia SD. Tujuannya mengedukasi
perbankan syariah sejak dini dan mereka tahu perbedaan bank
konvensional dengan bank syariah," katanya.
Dalam membuat Si-Akad, kendala yang ditemui adalah menyesuaikan
keterangan dengan gambar. Kholifa mengaku, kartu ini baru tahap uji coba
dan masih dikaji apakah masih relevan dengan kondisi sekarang atau
tidak. "Yang jelas saat diujicobakan ke siswa SD tadi, mereka cukup
antusias," ujarnya.(*)
Video Oleh Willy Irawan
Pewarta: willy irawanEditor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026