Pelayanan pembuatan KTP-e sudah berjalan normal kembali mulai hari ini.Bojonegoro, (Antara Jatim) - Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Dispendukcapil) Bojonegoro, Jawa Timur sudah bisa melayani kembali pembuatan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasinal (KTP-e) karena gangguan "server" komputer sudah bisa teratasi.
"Pelayanan pembuatan KTP-e sudah berjalan normal kembali mulai hari ini," kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Bojonegoro Andrianto, di Bojonegoro, Jumat.
Sebelum itu, dispendukcapil menghentikan pelayanan pembuatan KTP-e termasuk pembuatan surat keterangan pengganti KTP, disebabkan server komputer yang dimanfaatkan untuk pendataan KTP-e terkena air yang menetes dari AC sejak Senin (25/9).
Meskipun server komputer tidak rusak, akan tetapi petugas bagian teknis terpaksa mematikan komputer untuk mengeringkan server sehingga pelayanan pembuatan KTP-e terhenti.
Meski pembuatan KTP-e sudah normal, menurut dia, warga yang antre untuk mencari surat keterangan pengganti KTP-e tidak banyak. Jumlah warga pencari surat keterangan pengganti KTP-e hari ini tidak lebih 100 warga, berbeda dengan yang lalu hingga mencapai 400 warga per hari.
"Sekarang pencari surat keterangan pengganti KTP sudah tidak antre lagi, sebab pendaftaran penerimaan perangkat desa sudah tutup," ucapnya.
Menurut dia, pembuatan KTP-e dilakukan dengan mengacu warga yang sudah memiliki "print ready record" (PRR) dari hasil perekaman tahun lalu.
Untuk warga yang sudah memiliki PRR tahun ini belum bisa memperoleh KTP-e sehingga sebagai penggantinya yaitu surat keterangan pengganti KTP-e.
Pembuatan KTP-e kalau kondisi jaringan internet normal rata-rata bisa berkisar 400-500 per harinya.
Tetapi, kata dia, kalau jaringan internet ada gangguan maka pembuatan KTP-e jumlahnya tidak tentu, bahkan bisa berhenti.
Sampai saat ini, kata dia, dispendukcapil sudah bisa menyelesaikan pembuatan sekitar 23.000 KTP-e dari berbagai desa yang tersebar di 28 kecamatan.
Di daerahnya sudah ada sekitar 35.000 warga yang sudah melakukan perekaman KTP-e. Sesuai prioritas pembuatan KTP-e untuk warga pemula dan warga yang sudah melakukan perekaman KTP tahun lalu.
"KTP-e yang sudah jadi langsung didistribusikan ke kecamatan untuk diteruskan ke desa dan dibagikan kepada warga," ujarnya.(*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.