Malang (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Malang menawarkan destinasi wisata baru bagi wisatawan yang ingin menikmati matahari terbit (sunrise) di sepanjang jalur Gunung Bromo yang ditempuh dari Poncokusumo, yakni Bukit Kingkong dan Bukit Cinta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara di Malang, Jawa Timur, Selasa mengemukakan untuk menuju Gunung Bromo dengan view bagus dan bisa menikmati sunrise dengan leluasa, wisatawan bisa menempuh perjalanan dari Desa Ngadas, Gubugklakah dan Poncokusumo yang ada di Kabupaten Malang.

"Di sepanjang perjalanan itu, wisatawan akan menjumpai spot terindah alam menikmati sunrise dan view Gunung Bromo yang menawan dari dua bukit itu (Bukit Kongkong dan Bukit Cinta). Apalagi selama tiga bulan ke depan jalur menuju Bromo dari Pananjakan di Kecamatan Tosari, Pasuruan, ditutup," ujarnya.

Dengan adanya penutupan jalur Pananjakan selama tiga bulan (11 September-10 Desember 2-17) tersebut, lanjutnya,  bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa yang ada di sepanjang jalur menuju Bromo, yakni Desa Ngadas, Gubugklalah dan Poncokusumo. "Ini juga peluang bagi warga maupun Pemerintah Desa setempat,'" katanya.

Selain pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat di tiga desa itu, biro perjalanan wisata bisa membawa wisatawan, baik domestik maupun manca negara untuk menikmati sunrise di Jemplang, Desa Ngadas, yang berada di sepanjang jalur Bukit Kingkong dan Bukit Cinta.

"Destinasi baru untuk menikmati sunrise ddari Kabupaten Malang ini  tidak hanya selama jalur Pananjakan ditutup saja, tetapi untuk jangka panjang. Wisatawan cukup dari Ngadas saja kalau ingin menikmati indahnya panorama Gunung Bromo dan sunrise," ucapnya.

Ia mengaku sudah melakukan koordinasi intensif dengan tiga Pemdes untuk memnafaatkan sekaligus membangun kawasan wisata baru menuju Gunung Bromo dengan spot-spot "cantik" untuk menikmati suguhan keindahan alam.

"Ke depan, Kabupaten Malang, khususnya Desa Ngadas, Gubugklalah dan Poncokusumo ini mampu menggairahkan dunia wisata di daerah ini, bahkan menjadi pintu masuk yang sangat penting bagi wisatawan yang akan menuju Bromo, Tengger Semeru (BTS). Kami harus mengenalkan spot-spot ini secara intensif kepada masyarakat luas," katanya.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengeluarkan pengumuman resmi terkait penutupan Bukit Pananjakan di Pasurua, selama tiga bulan ke depan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur.

Penutupan bukit penanjakan disampaikan melalui pengumuman resmi TNBTS No PG 3/T.8/TU/TU.1/8/2017 tyang ditandatangani Kepala Balai Besar TNBTS, Jhon Kenedie tanggal 30 Agustus 2017.(*)

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026