Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyambut rencana pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas waste to energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dari pemerintah pusat.
Bupati Malang M Sanusi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, menyampaikan kepastian soal terpilihnya Malang untuk pembangunan PSEL didapatkan setelah pihaknya bertemu Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.
"Berdasarkan hasil kesepakatan ketika kami bertemu Menteri Lingkungan Hidup, PSEL yang semula direncanakan di Kota Malang akhirnya dialihkan ke Kabupaten Malang. Kami bersyukur Kabupaten Malang juga akan mendapatkan bantuan tersebut," kata Sanusi.
Sanusi menyampaikan bahwa PSEL sejalan dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendorong daerah yang memiliki akumulasi timbulan atau volume sampah sebesar 1.000 ton per hari mendapatkan dukungan teknologi pengolahan berupa insinerator.
Ia menyampaikan proses pembangunan PSEL direncanakan mulai berjalan pada tahun ini.
Penggunaan insinerator disebutnya tidak akan menyebabkan pencemaran udara, lantaran teknologinya dirancang untuk memenuhi standar pengendalian emisi dan aman bagi lingkungan.
"Teknologinya sudah dirancang agar pembakaran sampah tidak menimbulkan pencemaran (lingkungan)," ucap dia.
Sampah yang diolah di tempat itu nantinya diubah menjadi energi listrik.
Nilai investasi untuk pembangunan PSEL berkisar di angka Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Pendanaan proyek disebut berasal dari Danantara, sedangkan tugas pemerintah daerah menyiapkan lokasi serta mendukung pelaksanaan proyek.
Pemkab Malang kini sedang melakukan penyiapan beberapa lokasi yang akan menjadi opsi proyek tersebut, salah satunya di dekat Exit Tol Pakis, Kecamatan Pakis.
"Di sana ada lahan sekitar enam hektare yang memungkinkan untuk digunakan," tutur Sanusi.
PSEL tersebut diproyeksikan tidak hanya menangani persoalan sampah di satu daerah saja, tetapi merambah kawasan aglomerasi Malang Raya.
Pasokan sampah akan diterima dari wilayah Kota Malang dan Kota Batu.
