Nairobi, Kenya, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu pesawat penumpang mengalami kecelakaan di Bandar Udara Wau Sudan Selatan dan terbakar sekitar pukul 16.30 waktu setempat pada Senin (20/3), serta melukai 16 orang, kata beberapa sumber dari Departemen Keamanan PBB di Juba.
Enam-belas orang yang berada di pesawat itu diidentifikasi di Rumah Sakit Pendidikan Wau, kata sumber tersebut.
Bona Gaudenesio, Menteri Penerangan Wau, mengatakan melalui telepon kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi-- pesawat itu mengalami kecelakaan di Bandar Udara Wau, sehingga dikhawatirkan menewaskan penumpang sementara pencarian penyintas telah ditingkatkan.
"Ya, satu pesawat mengalami kecelakaan di Wau hari ini, tapi kami akan memberi anda keterangan nyata nanti sebab kami masih menyelamatkan orang yang cedera," kata Gaudenesio.
Ada 49 orang di dalam pesawat naas tersebut, kata Lembaga Antar-Pemerintah mengenai Pembangunan (IGAD), blok regional Afrika Timur. Stasiun radio swasta Eye Radio melaporkan di akun Twitternya tak kurang dari sembilan orang dikeluarkan dari puing pesawat dalam keadaan hidup.
Satu sumber dari UNMISS mengkonfirmasi tak ada staf PBB di pesawat tersebut dan kecelakaan itu bukan disebabkan oleh serangan teror. Pesawat tersebut menabrak satu benda di darat selama pendaratan serta terbakar.
Beberapa saksi mata mengatakan pesawat tersebut terbakar dalam 20 menit.
Bandar udara itu berada di dekat lokasi prajurit pemelihara perdamaian Tiongkok di Wau. Setelah kecelakaan tersebut, prajurit pemelihara perdamaian Tiongkok bergegas ke lokasi kecelakaan untuk membantu menyelamatkan orang dan memadamkan api dengan mengerahkan truk air.
Pesawat itu sedang dalam penerbangan dari Ibu Kota Sudan Selatan, Juba, ke Kota Wau di bagian utara negeri tersebut. Media lokal melaporkan pesawat itu milik South Sudan Airlines. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.